Fahima si Centil!

August 31st, 2010

“Anakmu bukan Anakmu” kata penyair Kahlil Gibran. Dalam beberapa tahun lagi Fahima tidak akan mau menari-nari seperti ini. Fahima akan berumur tepat 4 tahun pada 12 September 2010.

Indonesia dan Malaysia: Maju bersama

August 31st, 2010

Hubungan Indonesia dan Malaysia yang memanas akhir-akhir ini dapat menimbulkan kerugian dari kedua-dua belah pihak. Boleh dikatakan, “emosi” lebih menonjol dibandingkan dengan “akal sehat”. Padahal, Indonesia dan Malaysia dapat menjadi maju dan berkembang bersama-sama jika kedua belah pihak dapat memanfaatkan hubungan ini dengan baik. Di bawah ini beberapa perbandingan antara Indonesia dan Malaysia yang di lihat dari berbagai aspek, yang dikutip dari http://www.scimagojr.com/ dan http://www.wolframalpha.com/. Selamat Hari Kemerdekaan Malaysia Ke 53!

Fakta berbicara!

August 30th, 2010

Di bawah ini adalah grafik yang menunjukkan hasil-hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal ilmiah yang diindeks oleh Scopus yang berasal Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. Fakta berbicara, siapa sebenarnya yang lebih maju dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dari keempat negara-negara tersebut.

SCImago Journal & Country rank

SCImago Journal & Country rank

Sumber: http://www.scimagojr.com/

Cukup cerdaskah anda?

August 26th, 2010

Di bawah ini adalah kercerdasan-kecerdasan manusia yang didefinisikan oleh Prof. Howard Gardner (Harvard University):
- Linguistic Intelligence
- Musical Intelligence
- Logical-Mathematical Intelligence
- Spatial Intelligence
- Bodily-Kinesthetic Intelligence
- Interpersonal Intelligence
- Intrapersonal Intelligence
- Naturalist Intelligence

Lebih lengkap mengenai teori di atas dapat dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Theory_of_multiple_intelligences.

Kriteria kecerdasan di atas dapat digunakan untuk mencari pemimpin yang “cerdas”, tidak hanya cerdas berdebat seperti anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Linguistic Intelligence), tetapi juga mempunyai Interpersonal Intelligence yang baik.

Gardner’s Five Minds for the Future

August 26th, 2010


My duty as a reviewer of various journals

August 21st, 2010

Explosion of information has occurred in recent years. Therefore, good information from high quality scientific researches is needed. These pictures show my duty as a reviewer of various journals to maintain the quality of information and research produced.

Currently I am a reviewer of the following journals:
- Applied Catalysis: A General (Elsevier B.V.)
- Catalysis Communications (Elsevier B.V.)
- Chemical Engineering Journal (Elsevier B.V.)
- Chemical Papers (Springer-Verlag GmbH)
- Colloid and Polymer Science (Springer-Verlag GmbH)
- Journal of Photochemistry and Photobiology B: Biology (Elsevier B.V.)
- Materials Research Bulletin (Elsevier B.V.)
- Materials Chemistry and Physics (Elsevier B.V.)
- Catalysis Letters (Springer-Verlag GmbH)
- Applied Surface Science (Elsevier B.V.)
- Reaction Kinetics and Catalysis Letters (Springer-Verlag GmbH)
- African Journal Pure and Applied Chemistry

[Click on photos to enlarge]
Source: http://www.flickr.com/photos/hadinur/sets/72157624646416209/

Wajah keluarga Hadi Nur pada tahun 2010

August 5th, 2010

Foto di atas adalah foto terbaru keluarga Hadi Nur. Nah, baru ketahuan “siapa” mirip dengan “siapa”.

Explosion of information

July 17th, 2010

The above photo is proof that we are in the age of information. Recently I deleted 2600 Short Message Service (SMS) messages from my mobile phone. This does not include the ‘junk SMS. Sometimes I thought about running away from the ‘gadgets’, which has been controlling my everyday life.

Serakah

July 4th, 2010

hadi_2010

[Di bawah ini adalah rantaian kata-kata dari status seorang kawan di Facebook]

Duhai diriku
Hati-hati dengan sifat serakah yang ada dalam dirimu
Kenapa?
Karena sifat serakahmu akan membutakan hati dan akalmu
Engkau tidak akan peduli berhadapan dengan siapapun
Sifat serakahmu akan menghilangkan sifat kasih sayangmu
Dan engkau akan selalu mencari pembenaran bukan kebenaran

Kaderisasi dan promosi

June 28th, 2010

Baru saja saya membaca harian Kompas yang terbit hari ini: “Harian Kompas kembali memberikan penghargaan kepada lima cendekiawan berdedikasi”. Salah satu penghargaan diberikan kepada Prof. Bambang Hidayat, Kepala Observatorium Bosscha ITB di Lembang selama 31 tahun. Kemudian dari artikel yang saya baca di harian Kompas tersebut ada komentar dari pembaca “.…bertahun-tahun hanya satu-satunya profesor di jurusan Astronomi ITB. Pengkaderan yang buruk dari Bambang Hidayat…“.

Saya rasa di luar kemampuan beliau dalam bidang akademik yang memang boleh dibanggakan, beliau  gagal dalam mendidik dan mengkader dosen-dosen muda di jurusan astronomi ITB untuk menjadi profesor seperti beliau. Setahu saya, sampai beliau pensiun tahun 2004, tidak ada lagi profesor selain beliau yang di jurusan astronomi ITB, padahal banyak dosen-dosen muda yang cukup potensial. Jika pada waktu itu tidak layak, tentu perlu dibantu dan didorong untuk mencapai syarat-syarat menjadi profesor.

Tulisan ini mungkin bisa menjadi refleksi bahwa tujuan menjadi seorang dosen tidaklah semata-mata menjadi peneliti, tetapi juga sebagai pendidik. Bukan saja mendidik mahasiswa, tetapi juga melakukan kaderisasi dalam bidang ilmu.