Aerial photographs of UTM’s campus at Johor Bahru
April 28th, 2012UTM’s campus is such a beautiful campus indeed!
UTM’s campus is such a beautiful campus indeed!
Although Tony Schwartz’s book was published 28 years ago, in my opinion, is still relevant to the present situation where the media plays an extremely important and very crucial in the social life of human. The social media like Facebook, Myspace and Twitter greatly affected the social life of modern human today.
“Who controls the media, he will rule the world”, in my opinion, is a correct statement. It means that, as intelligent human beings, we must be very clever to choose which information from the media is important, useful and honest.
Sometimes the intention of news is not to educate but to propaganda, directing public opinion and also aims to power. For the latter, clearly that the media used for the game of political power. Politicians need popularity, and the media is a tool for them. The news lies and nonsense. Sometimes just exaggerating things that actually do not need to be reported. Exaggerate the achievements that are not achievements. This phenomenon is also found in the academic world, in universities, which should be honest and wise. Therefore, common sense alone is not sufficient to absorb the news, the wisdom to see the context of the news is also required.
Click here if your browser is not supported by flash application.
The following photos were taken on September 28, 2011 using a Canon EOS 30D.
Tulisan ini ditulis dari atas tempat tidur dengan menggunakan iPad. Mungkin karena faktor umur, saya mengalami nyeri pinggang bahagian bawah ketika saya mencoba mengangkat seember air pagi tadi. Sampai sekarang masih terasa sangat sakit jika digerakkan. Alhasil, saya sangat susah bergerak. Namun saya masih bisa melihat video menarik, iaitu kuliah umum oleh Dahlan Iskan, menteri BUMN Indonesia pada 17 Maret 2012 di ITB di Youtube.

Hal yang paling menarik perhatian saya dari kuliah tersebut adalah pada bahagian terakhir, dimana Dahlan Iskan ditanya oleh seorang mahasiswa mengenai falsafah hidupnya. Beliau mengatakan bahwa beliau tidak mempunyai falsafah hidup dan juga cita-cita. Cita-cita hanya dipunyai oleh anak-anak di kota, sedangkan beliau dibesarkan oleh orangtua yang miskin di kampung. Jangan menanyakan cita-cita, ditanya orang saja saya tidak pernah, kata beliau. Jadi hidup dibiarkan mengalir dengan sendiri. Harus mengalir dengan deras. Ada keuntungan dari hidup yang tidak punya cita-cita, iaitu hidup tidak dijalani dengan ngotot. Orang yang mempunyai cita-cita, seringkali dihadapkan dengan ‘dinding’ hambatan. Bayangkan kalau dinding tersebut susah dilewati. Orang yang punya cita-cita pasti akan berbenturan dengannya. Bagaimana kalau orang tersebut tidak tahan menghadapinya? Dapat kita bayangkan akibat psikologisnya. Orang yang membiarkan hidupnya mengalir, akan mencoba mencari jalan lain ketika dihadapkan dengan dinding yang sukar atau tidak bisa dilewati.
“I supervise students working on a wide range of projects within catalytic materials and catalysis, including Zeolite chemistry and catalysis; Bifunctional oxidative and acidic catalysts; Phase-boundary catalysis; Chiral catalysis; Photocatalysis….”

Click here your browser is not supported by flash.
Di bawah ini adalah komentar dari Prof. Dieter Freude (Leipzig University) dari status facebook saya.

Janganlah kita berbicara mengenai tujuan akhir dari hidup. Jalanilah hidup secara ‘baik’, dan berusahalah menjadi orang yang ‘baik’. Janganlah dengan mengejar ambisi di dunia kita menjadi orang yang ‘tidak baik’. Insya Allah.
Judul tulisan di atas diambil dari majalah Nature terbitan 3 November 2011. Ternyata banyak ‘penulis hantu’ (ghost author) dan ‘penulis kehormat’ (honorary author) yang ditemui di 6 jurnal dalam bidang biomedik berimpak tinggi. ‘Penulis kehormat’ adalah orang yang sama sekali tidak berkontribusi (secara ilmiah) kepada artikel tersebut, sedangkan ‘penulis hantu’, adalah orang yang mempunyai kontribusi dalam artikel tersebut, tetapi namanya tidak dimasukkan dalam artikel.
Secara jujur, saya banyak menemui ‘penulis hantu’ (ghost author) dan ‘penulis kehormat’ (honorary author) yang saya ketahui disekitar saya !
Ini data yang diambil dari majalah Nature terbitan 3 November 2011.

Ini artikel yang dirujuk oleh Nature: http://www.bmj.com/content/343/bmj.d6128