Catatan Hadi Nur » 2009 » March

Archive for March, 2009

Trik menjadi blogger terkenal

Saturday, March 14th, 2009

blogger_kompas.jpg

Mengapa kita sombong?

Monday, March 9th, 2009

Saya baru saja sebel melihat orang sombong. Oleh karena itulah tulisan ini saya tulis.

Dalam kehidupan sehari-hari kita mungkin banyak berhadapan dengan orang sombong. Ini contoh kesombongan. Seorang mahasiswa tingkat satu yang baru masuk Universitas pernah menjumpai saya dan menceritakan kepada saya bahwa dia dimarahi dan diceramahi oleh seorang dosen karena dia tidak memanggil dosen tersebut dengan panggilan ‘Profesor’ — karena sebagai mahasiswa baru dia masih belum kenal dengan dosen-dosen yang mengajarnya. Sang ‘Profesor’ sampai bercerita bahwa mendapatkan gelar itu sangatlah susah.

Bagaimana menghadapi orang sombong? Cara terbaik untuk berurusan dengan orang yang sombong adalah dengan memahami mengapa dia sombong. Orang yang sombong biasanya selalu berpikir bahwa mereka benar, mereka berpikir bahwa bahwa mereka lebih baik daripada kebanyakan orang biasa.

Penyebab kesombongan

Kesombongan adalah mekanisme pertahanan yang digunakan oleh pikiran bawah sadar (subconcious mind) untuk mencegah orang mengkritik kita. Jika seseorang memiliki pengalaman masa silam pernah disakiti oleh orang lain, dia akan menjadi sombong untuk mencegah orang lain menyakiti hatinya. Kesombongan ini biasanya akan berhasil sebagai perisai karena dia akan menganggap orang yang mengkritiknya adalah orang yang tidak berguna dan tidak perlu diperhitungkan.

Kesombongan juga diakibatkan karena seseorang merasa diabaikan. Jika seseorang tersebut merasa dirinya tidak mendapat perhatian dan diabaikan, secara tidak sadar dia akan menjadi sombong untuk menarik perhatian dari orang-orang yang tidak memperhatikannya.

Kesombongan juga tidak lebih dari sebuah perisai untuk menutupi kekosongan batin dan mekanisme untuk menutupi rasa rendah diri.

Cara mengatasi orang yang sombong

Berhadapan dengan orang yang sombong adalah mudah. Perlakukan mereka seolah-oleh mereka tidak hebat atau lebih dari orang lain — anggap mereka seperti orang kebanyakan yang lain. Sebenarnya orang yang sombong hanyalah orang yang meminta perhatian. Jadi, jika kita tidak memperhatikannya, lambat laun dia akan melupakan ‘kehebatannya’.

Kenapa kita ketagihan dengan ngeblog dan ikut situs jaringan sosial?

Sunday, March 8th, 2009

Banyak institusi dan kantor-kantor yang melarang atau memblok penggunaan jaringan sosial seperti Facebook dan Friendster karena para pegawai mereka telah melalaikan pekerjaan utama mereka ditempat kerja dengan login situs jaringan sosial dan lupa untuk logout karena keasyikan. Tulisan ini bertujuan menjawab mengapa orang ketagihan (addicted) dengan ngeblog dan mengikuti situs-situs jaringan sosial. Di bawah adalah beberapa alasannya yang saya sadur dari beberapa sumber di internet. Setuju atau tidak setuju, inilah alasan-alasan yang telah saya rangkum dalam tulisan ini.

Kebutuhan sosial yang tidak terpenuhi
Coba anda bayangkan jika anda tidak makan dan minum selama 10 jam terus menerus. Kemudian sesudah itu anda coba untuk belajar. Apa yang anda rasakan? Anda akan sulit untuk belajar, kecuali jika anda memenuhi dulu keinginan anda untuk makan dan minum. Kenapa demikian? Ini karena anda berada dalam keadaan dimana anda sangat membutuhkan makan dan minum. Hal yang sama berlaku untuk hubungan sosial. Jika anda tidak puas dengan hubungan sosial anda pada saat ini, anda sekarang dalam posisi dimana anda membutuhkan kawan dan keinginan untuk untuk memperluas hubungan sosial anda. Jadi kerajingan (yang parah, sampai online 10 jam sehari) dengan ngeblog dan situs jaringan sosial (mungkin) diakibatkan oleh kebutuhan sosial yang tidak terpenuhi.

Ketergantungan yang luar biasa dengan orang lain
Beberapa orang hilang arah dalam mengarungi kehidupan jika mereka tidak diperhatikan dan dicintai oleh orang lain. Ini adalah akibat seseorang sangat bergantung dengan orang lain. Sebenarnya penyebab ketergantungan ini adalah karena rasa tidak puas dengan kehidupan anda sehingga memerlukan orang lain untuk mengisi kehidupan anda dan membuat anda lupa bahwa sebenarnya anda mempunyai masalah.

Pelarian
Salah satu alasan utama orang mengkonsumsi narkoba adalah karena mereka yang ingin melepaskan diri mereka masalah. Narkoba merupakan pelarian terhadap masalah yang mereka hadapi. Hal yang sama juga berlaku jika ketagihan (addicted) ngeblog dan situs-situs jaringan sosial — sebahagian orang memilih untuk ‘bersembunyi’ di salah satu situs jaringan sosial untuk menghindari menghadapi tantangan kehidupan nyata.

Karena tidak ada pekerjaan lain
Banyak waktu kosong, sehingga mengisi waktu kosong dengan menjelajahi situs-situs jaringan sosial merupakan cara mengisinya. Ini dapat menjadi masalah jika anda merasa anda tidak memiliki apa-apa tanpa menjelajah situs jaringan sosial. Ini artinya anda tidak mempunyai tujuan hidup. Saya pernah menulis dan mengirimkan hampir 10 tulisan ke publik blog Kompasiana dalam masa 2 hari karena memang saya tidak ada pekerjaan lain — karena waktu itu libur.

Bagaimana cara mengatasi ketergantungan (addicted) dengan ngeblog dan mengikuti situs-situs jaringan sosial? Pertama-tama anda harus mencari mencari akar penyebab masalah anda. Anda harus mengetahui mengapa sebagian dari kebutuhan sosial anda tidak terpenuhi untuk memecahkan masalah ini. Anda harus memiliki keberanian untuk menghadapi masalah anda.

Jadi, dengan menuliskan tulisan ini di blog dan meng-share-nya di Facebook juga telah menunjukkan penulis tulisan ini telah kecanduan ngeblog dan mengikuti situs jaringan sosial (ha.. ha.. ha…)… nah lu!

Tanggapan terhadap penelitian: Facebook dapat menyebabkan penyakit

Sunday, March 1st, 2009

Fenomena jaringan sosial seperti Facebook, Friendster dan sejenisnya memang layak untuk dibicarakan, ditambah lagi dengan hasil penelitian yang mencoba mengaitkannya dengan berbagai macam penyakit — bahkan sampai menyebabkan kanker (katanya). Banyak sekali penelitian-penelitian sejenis ini dilakukan oleh para peneliti-peneliti yang tujuannya tidak hanya untuk perkembangan ilmu tetapi juga untuk mencari sensasi.

Untuk melihat secara umum, secara sederhana saya membagi penelitian dalam bidang sains kepada dua kategori berdasarkan kualitasnya:

Penelitian yang canggih
Penelitian yang canggih adalah penelitian yang didorong oleh isu-isu saintifik yang penting yang ditangani dengan semua metode-metode yang tersedia.

Penelitian yang biasa-biasa saja
Penelitian jenis ini biasanya dapat dikategorikan sebagai ‘negative research‘ dan `improvement research‘ yang tujuannya hanyalah membuktikan sesuatu itu adalah ’salah’ atau hanya mengembangkan atau memodifikasi sesuatu yang sebenarnya sudah banyak diketahui dan dikerjakan orang lain. Kategori lain dari penelitian yang biasa-biasa saja adalah ‘tool-driven research‘, yang sifatnya hanyalah menyelesaikan masalah dengan metode-metode yang sudah diketahui atau dikembangkan dengan baik.

Berdasarkan definisi di atas, saya membagi penelitian tersebut berdasarkan kepada manfaatnya. Ada empat jenis penelitian:

  • Penelitian yang biasa-biasa saja dan tidak ada manfaatnya kepada masyarakat
  • Penelitian yang canggih, tetapi tidak bermanfaat bagi masyarakat (hanya dari sains untuk sains)
  • Penelitian yang biasa-biasa saja, tetapi bermanfaat kepada masyarakat
  • Penelitian yang canggih dan bermanfaat kepada masyarakat luas

Dari keterangan di atas kita dapat merasakan dalam kelompok mana hasil analisis Arif Sigman yang mengatakan ‘Jaringan sosial dapat menyebabkan penyakit‘ tersebut dikategorikan.