Basic research vs. Applied Research
Saturday, March 27th, 2010
Prof. Yong-Taek Im of Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) presenting a talk on Positioning University Focus on Innovation-led Economy.

Prof. Yong-Taek Im of Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) presenting a talk on Positioning University Focus on Innovation-led Economy.
Sugih tanpa banda = kaya tanpa harta
Zaman yang konsumtif yang penuh dengan kebendaan dan keduniawian ini, ungkapan di atas mungkin tujuannya hanya untuk menyenangkan hati orang yang miskin — hanya sebagai pelipur lara. Apa iya ada orang merasa kaya tanpa harta?
Kata-kata di bawah ini juga kata-kata pelipur lara bagi yang miskin.

My signature - my character?

[renungan dan nasehat untuk diri sendiri]
Jadi ingat dengan sebuah teori dalam ilmu psikologi, yang menyatakan bahwa jika kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan memiliki dan cinta, dan kebutuhan penghargaan sudah terpenuhi dan terpuaskan, barulah kebutuhan yang lebih tinggi, yaitu kebutuhan akan aktualisasi diri yang perlu dipenuhi.
Kebutuhan aktualisasi diri, menurut teori tersebut, yang biasa disebut dengan Teori Kebutuhan Maslow, merupakan suatu kondisi puncak dari perkembangan individu. Apa ciri-ciri orang yang masih belum sampai pada tahap ini? Salah-satunya adalah selalu mengatakan… saya.. saya.. saya dan saya. Maksudnya adalah, orang tersebut selalu berusaha menarik perhatian orang lain dengan menyampaikan prestasi-prestasi yang telah diraihnya kepada orang lain — baik melalui media massa, mailing list ataupun melalui pembicaraan sehari-hari. “Lihatlah kehebatan saya”, “lihatlah hasil karya saya”, “kalau tidak ada saya…” merupakan sebahagian dari perkataan yang memperlihatkan bahwa orang yang mengatakan hal tersebut masih merasa belum diakui oleh orang lain (atau memang benar-benar belum diakui). Inilah bukti bahwa kebutuhan orang tersebut terhadap penghargaan masih belum terpenuhi dan terpuaskan. Orang ini sebenarnya masih belum mempunyai “kearifan”.
[setelah membaca tulisan ini, istri saya mengatakan bahwa saya juga sering mengatakan.. "saya.. saya.. dan saya..". Jadi, tulisan ini memang cocok ditujukan kepada diri saya sendiri.. he... he...]