|
|
9hb
November 2003 Saya mendaftarkan anak saya Firda hariri sekolah di Tadika
Iman, Taman Universiti. Kebetulan datuk dan neneknya datang dari Indonesia,
jadi kami bersama-sama sekeluarga pergi ke sekolah. Kesan pertama berkunjung
ke sekolah Firda, seronok, fasilitas cukup; ada taman bermain, perpustakaan
mini, dan tentu saja teacher-teacher yang baik dan ramah.
4hb Januari 2004 Firda mulai masuk sekolah (perkenalan dengan para teacher dan guru kelas purple). Pertama kali anak-anak belajar bagaimana cara membuka dan memakai kasut, membaca do`a masuk kelas dan diperkenalkan kepada keesaan Allah serta utusanNya nabi Muhammad SAW. Hal-hal yang biasa tetapi itu dasar yang penting bagi anak-anak memasuki dunia baru selain rumahnya. Setelah itu makan bersama menunjukkan bahwa selain belajar, anak-anak harus memperhatikan kesehatan, dengan makan yang bergizi tidak pilih-pilih, apa yang dibawa dari rumah mesti dimakan, sebagai bahan tenaga untuk belajar dan bermain.
Kebiasaan berdo`a sebelum dan sesudah makan, do`a mau tidur atau do`a belajar senantiasa Firda amalkan. Sepulang sekolah dia salin baju seragam dengan baju biasa tanpa disuruh, cerita keadaan di sekolah yang setiap hari selalu saya tanya. Kemudian mengulang kembali pelajaran di rumah tanpa di suruh juga. Dia selalu ingat apa yang teacher katakan di sekolah. Bahkan lucunya, sekarang dia pergi ke luar rumah untuk makan angin saja mesti pakai tudung. Katanya, teacher cakap kalau hendak ke luar rumah mesti pakai tudung.
Kunjungan Datuk. Firda selalu bercerita tentang sekolahnya kepada datuk dan neneknya apabila menalipon mereka di Indonesia, sehingga ketika datuk datang ke Johor, beliau tidak sabar melihat Firda sekolah dan turut pergi ke sekolah seharian. Datuk Firda adalah Profesor dalam pendidikan ugama Islam yang telah bersara. Beliau berkata, sekolah Firda bagus, teacher nya ramah, untuk sebuah tadika sistem pengajarannya cukup menjanjikan. Mudah-mudahan anak cemerlang wawasan ummah dapat terwujud.
Lawatan sambil belajar. Walaupun Firda sudah kami ajak ke Zoo di Johor dan Melaka, tetapi pergi bersama teacher dan teman-teman adalah pengalaman tersendiri. Firda begitu senang pergi naik kereta api, dia bercerita seolah-olah saya dan keluarganya di rumah belum pernah naik kereta api atau melihat Zoo. Dia ingin membuktikan bahwa dia sudah besar dan pandai. Sikap kepercayaan diri yang sebaiknya di tanam sejak dini boleh membuat anak tampil berani, tidak tergantung kepada ibu dan bapak. Sampai saat ini anak saya senang bersekolah walaupun dalam keadaan sakit, kerana di sekolah selalu menyenangkan dan menarik minatnya walaupun tidak termasuk yang menonjol. Satu hal yang mungkin tidak menyenangkan bagi Firda dan temannya Hafsah, adalah menunggu bapaknya Firda mengantarkannya ke sekolah, karena selalu terlambat, padahal Firda dan Hafsah sudah siap dari pukul 7 pagi.
Firda tahun depan berumur 6 tahun dan kembali mendaftar di Tadika Iman TU. Taman Sri Pulai, 12hb Ogos 2004 Ibunda Firda Hariri
|
|
|