Akhirnya luluh juga…

Kadang-kadang, keinginan yang kuat dapat meluluhkan keyakinan, seberapa besar keyakinan itu ada pada diri seseorang tergantung pada orang itu sendiri, apakah sudah begitu kuatkah atau masih lemahkah, sehingga hal-hal yang begitu menggiurkan bisa menggodanya. Ah…. jangan terlalu serius deh, ini hanya masalah anak-anak yang sedang membentuk sebuah keyakinan. Hanya seorang anak yang baru lepas sekolah dasar.

 Farid, anak sulung saya. Orang bilang dia anak yang serius, pendiam atau pemalu? dan berpaham dengan kacamata minusnya. Ada-ada saja tingkahnya yang membuat saya geram, kok sekecil ini banyak sekali kata tidak boleh yang dia ucapkan untuk dirinya sendiri. Saya sendiri tidak pernah menyuruhnya berbuat seperti itu atau memberi contoh. Terkadang saya takut nanti anak ini menjadi seorang yang fanatik tetapi semua itu hanya sementara, Syukurlah… saya mau dia menjadi anak yang normal sesuai perkembangan jiwa seusianya.

Keadaan itu terjadi waktu dia duduk di kelas 5 SD sampai menjelang ujian UPSR atau kalau di Indonesia EBTA namanya, setiap saya mau mengajak makan diluar, dia selalu tanya makan dimana? Jangan makan di Anu, haram. Jangan minum produk keluaran Anu, haram. Kemudian kalau dia membeli sesuatu dilihat-lihat dulu, jangan-jangan ada kode rahasia yang membuat kita haram membelinya. Duh…saya dan suami sudah kebingungan, ada apa dengan ini? Alasan haramnya tidak jelas kenapa? Cuma yang dia tahu haram karena kalau kita membeli barang atau makanan dan minuman tersebut berarti kita menyokong yahudi,  lho? Bukan itu saja, saya seringkali dinasihatkan sama dia kalau ibu pakai kerudung harus yang labuh-labuh dan menutup dada, Sementara saya masih pakai kerudung yang simple-simple. Adiknya sendiri kalau keluar rumah harus pakai kerudung.

Pernah suatu ketika, dia mendapat oleh-oleh dari datuknya di Indonesia beberapa celana pendek selutut, dia tidak mau memakainya, alasannya pendek nampak aurat. Datuknya bilang, celana ini boleh dipakai karena menutup aurat juga, khan aurat lelaki dari pusar sampai lutut. Akhirnya dia mau pakai tetapi hanya di rumah saja. Lagi-lagi saya nasihatkan dia, kasihan datuk sudah belikan celana bagus-bagus tetapi hanya dipakai untuk di rumah saja. Mungkin karena segan sama datuknya, dia setuju pakai celana itu kalau kami pas keluar rumah untuk pergi jalan-jalan, tapi lucunya, celana itu diturunkannya ke bawah, jadi dipakainya bukan diatas pinggang lagi malah di pantat, kalau ditarik sedikit lagi melorot deh. Setelah itu, apabila sampai di tempat tujuan apa yang terjadi? Dia tidak mau turun dari mobil, lebih memilih menunggu 2 jam diatas mobil. Coba bayangkan geramnya saya waktu itu, alasannya hanya takut ketemu sama teman atau guru-gurunya, padahal saya lihat teman-temannya tidak seperti itu, ada yang biasa saja memakai celana pendek.

Yang lebih membingungkan saya, mencari baju renang dia, mau yang tertutup sampai tangan dan kaki. Beli baju menyelam gak ada seukuran dia, akhirnya dibeli baju senam perempuan atas bawah yang celana panjang dan baju tangan pendek. Pas berenang aneh sendiri kali ya, akhirnya dia lipat-lipat juga sampai selutut.

 Farid n bj renang 1 Farid n bj renang 2

 Lama hal seperti itu terjadi, saya dan suami sering mengajak ngobrol dia, bahwa memang sepatutnya lah kita peduli dengan orang-orang yang tertindas seperti orang-orang Palestina, kita sepatutnya memberi bantuan dan doa kepada mereka agar segera terlepas dari segala penderitaan yang panjang. Tetapi tidak semudah membalikkan tangan untuk merubah keaadaan, membujuk orang-orang Israel yang angkuh dan sombong serta keras kepala bukan pekerjaan mudah. Lalu kita memboikot hal-hal yang berhubungan dengan Israel, kita sendirian tidak bisa. Padahal makanan dan minuman itu penting untuk tumbuh kembang dia misalnya, kita sendiri yang akan rugi. Apalah artinya perjuangan kalau kita sendirian. Coba bayangkan betapa ramai orang Islam di dunia ini, kalau bersatu tentu segala kezaliman dapat ditumpaskan. Tetapi Islam di dunia ini beraneka macam orangnya dari berbagai bangsa yang berbeda bahasa dan budaya. Seharusnya dengan nama Islam saja semua harus sama, tetapi keadaannya tidak begitu. Banyak yang mengaku islam tetapi tidak islami. Islam itu agama yang cinta damai pokoknya yang penuh dengan cinta. Didalamnya kita akan merasa damai dan tenang. Islam membenci segala bentuk kezaliman, segala bentuk kekerasan dan pemborosan(menghabiskan uang untuk perang dll). Agama islam itu tidak memberatkan umatnya, banyak kemudahan dan toleransi didalamnya. Kalau tidak bisa solat sambil berdiri boleh duduk, tidak bisa duduk boleh sambil berbaring, tidak bisa lagi boleh dengan kedipan mata, yang penting hati kita dengan niat yang ikhlas, beribadah karena Allah. Dibilang begitu dia terdiam dan merenung. Lalu jawabnya Iya bu, terimakasih bu.

Puncak dari segala perubahan itu terjadi kemarin, tanggal 25 Desember 2007, ketika kami berlibur ke Sunway Lagoon, menemani saudara suami saya. Tahu sendiri kan di Sunway Lagoon tempat bermain yang mengasyikkan, berenang dll. Dari dulu memang Farid teringin pergi ke sana, tetapi waktu yang tidak mengizinkan sehingga baru kemarin kesampaian. Saya ingat baju renang dia sudah sempit, tak sempat kami membelinya, ada juga celana renang pendek milik bapaknya yang lebih kurang sama lah ukurannya dengan dia. Saya cuma menguji saja sebenarnya, Farid tidak usah ikut masuk karena baju renang tidak ada, bagaimana mau berenang, disana tidak boleh pakai baju biasa. Ee.. dengan spontan dia bilang, Tidak apa-apa bu, punya bapak saja. Betulkah? Tetapi saya tidak menunjukkan rasa kaget saya sama dia, saya cuma bilang, ya sudah nanti ibu bawakan ya.

Syukurlah dalam hati, anak ini sudah mulai berubah, begitu juga sekarang dia tidak pilih-pilih makanan dan minuman, mana yang menyehatkan dan halal dimakannya. Tetapi saya lihat dia agak malu memakai celana itu, kalau difoto dia tutup badannya dengan pelampung, Tidak apa-apa ya, sedikt-sedikit. Mungkin yang tidak akan berubah, rasa malu dia melihat yang seksi-seksi, walaupun cuma baju, terlebih baju dalam perempuan. Kalau di mall kami lewat barang-barang itu dia akan  jalan lebih cepat atau memutar mencari jalan lain. Duh Farid… semoga kamu betul-betul menjadi anak yang sholeh ya. Aamiin.


Leave a Reply