Ketiak ular
Pernah merasakan ketiak ular? atau melihatnya? atau mendengarnya? ha..ha sampai ke ujung duniapun dicari tidak pernah akan ketemu. Itu hanya suatu istilah saja yang menggambar sesuatu yang tidak ada ujungnya. Apa menariknya masalah ini dibahas? Sssttt…..jangan kesal dulu. ini adalah pengalaman saya juga. Begini ceritanya, beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 1995. Saya dan anak saya Farid yang waktu itu masih 7 bulan, ditinggal belajar oleh suami saya ke Malaysia untuk mengambil program doktor. Saya dan Farid dititipkan dirumah mertua di Padang, dengan alasan biar lebih dekat jaraknya untuk pp antara Johor-Padang. Baiklah saya pun paham. Selama di rumah mertua, apalagi masih dibilang menantu baru, saya tentunya tidak tinggal diam, duduk goyang kaki mengawali hari-hari. Kebetulan di rumah mertua tidak ada pembantu. Ada juga tek Mar, yang selalu datang tiap hari untuk mencuci baju sekalian setrika. Kalau masak tetap saja ibu mertua, saya hanya bantu-bantu saja karena saya kurang yakin dengan kemampuan saya saat itu, masih belum ada feel nya untuk memasak. Lagian saya susah bergerak karena Farid masih kecil, masih perlu dijaga tidak bisa ditinggal sendirian.
Ibu mertua saya, bangun pagi sholat subuh ke mesjid, kemudian olahraga sebentar yaitu jalan-jalan sekitar rumah, kemudian menyiram tanaman dan membuang rumput-rumput liar, habis itu ke kedai beli sayur dan masak. Setelah masak menyiapkan makan siang dan membersihkan rumah. Kalau harus mengajar ya pergi mengajar, kadang pagi atau siang,waktu memasak berubah. Mengajar pagi memasak siang, mengajar siang memasak pagi, sorenya menyiapkan makan malam lagi. Begitulah kegiatannya sehari-hari.
Suatu hari tek Mar berhenti bekerja, karena anak sulungnya sudah diterima bekerja di satu perusahaan sehingga dia tidak perlu mencari uang lagi. Akhirnya tugas tek Mar di rumah, saya yang menggantikan. Cukup repot juga, karena saya mencuri-curi waktu dengan kehidupan Farid. Kalau Farid tidur saya bisa membantu ibu dan menyetrika, kalau bangun ya terpaksa harus main-main dengan Farid, kerjaan ditumpuk. Baru malam hari saya bisa mengerjakan setrikaan. Setelah siap satu pekerjaan ada lagi pekerjaan lain, mencuci piring bekas makan malam. Akhirnya ibu mertua bilang, sudahlah berhenti bekerja, besok saja dilanjutkan sudah malam. Saya bilang, tanggung bu, sedikit lagi. Kemudian ibu bilang lagi, pekerjaan rumah tangga ini tidak akan selesai-selesai dan tidak kelihatan hasilnya, seperti ketiak ular. Saya kaget dan termenung, kok ketiak ular? padahal ular tidak mempunyai tangan mana boleh ada ketiak. Akhirnya saya mengerti dan tertawa jadinya.
Pekerjaan rumah tangga walaupun sepertinya sepele, tetapi bisa membuat kita stress lho. selesai yang satu timbul lagi yang lain, hasilnya tidak nampak tapi penatnya terasa. Apalagi punya anak kecil di rumah, baru saja siap beres-beres eh sudah berantakan lagi, mainan berserakan dlsb. Bila suami pulang, kok gak dibersihkan rumah, ngapain aja di rumah seharian. Duh….gimana ya? padahal tadi sudah tapi tidak ada bukti. Stress kan jadinya. Mudah-mudahan para suami yang istrinya tidak ada pembantu, bisa mengerti dan paham bagaimana penatnya sang istri, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian dan menjaga anak. Belum lagi mengawasi anak belajar, menyiapkan segala keperluannya dlsb, kalau bisa bantu lah sedikit-sedikit, minimal menaruh barang tidak sembarangan, he..he.
Bagi para majikan yang mempunyai pembantu, hargailah mereka. Walaupun kita sudah membayar gaji mereka, minimal hiburlah mereka dengan perhatian dan perkatakan yang baik. Mereka juga manusia punya hati dan perasaan. Saya tidak habis pikir kepada majikan yang berbuat kasar dengan pembantu, bahkan makan makanan di rumah pun dibeda-bedakan. Majikan makan daging, pembantu cukup ikan asin saja. Dimanakah rasa kemanusianmu? Pembantu akan menghormati kita kalau kita pun menghormatinya. Insya Allah. Kalau persyaratan terhadap pembantu, tidak boleh mencuri, tidak boleh ngegosip dengan tetangga, itu memang peraturan kerja, tidak masalah. Please……….. Bagaimana pendapatmu?
August 8th, 2008 at 1:56 am
bener pisaaan ceu gak ada habisnya ya kerjaan kita ini tapi insya Allah dapat award langsung dari Allah swt amiiin