Kursus kue……

Hari ini, tanggal 14 Februari, saya dan teman-teman pengajian kursus kue di rumah. Kebetulan ada ibu Diah yang biasa mengajar kuliner kue dan menjahit sengaja datang ke Johor dari Palembang. Sebenarnya tawarannya untuk  semua ibu-ibu pengajian, tapi ibu-ibu banyak yang tidak mau, alasannya mahal dan kuenya biasa-biasa saja. Kuenya kue pie buah dan bolu lapis pandan. Per resep RM 20, tapi special untuk ibu-ibu 2 resep RM 20. Sebenarnya kalau mau ibu-ibu boleh minta kursus kue apa yang ibu-ibu mau, ibu Diah bisa. Sayangnya ibu-ibu menganggap ibu Diah terlalu komersil, coba kalau mau iklas menyumbangkan ilmunya, kami hanya bayar untuk mengganti bahan dan ongkos. Tapi lho penatnya ibu Diah juga harus dibayar. Coba saja bayangkan, dia pergi mengajar ke rumah si A si B, menghabiskan waktu berjam-jam, pulang pergi naik taxi, bawa barang-barang banyak, ya bahan kue, dan alat-alat kue, buku-buku jahitan serta contoh-contoh. Tadi ke rumah saya saja sampai bawa oven segala, karena kebetulan oven saya sudah error. Acara memasak rencananya dimulai jam 10.00, eh…biasa pada ngaret, jadi mulai jam 11. Awalnya serius, arahan dari ibu Diah dicatat dari bahan-bahan sampai cara membuat, lama-lama jadi ngobrol. Kue ada yang gosong, dan panci kukusan airnya sudah kering hampir gosong juga.

 ibu2 yang ikut kursus kue pie n lapis kukus pandan

  Wah gimana ibu-ibu ini, mana banyak interupsi lagi, yang bawa anak kecil rewel minta ini dan itu. Aneh bin ajaib, Fahima malah asyik tidur agak lama lagi, jadi ibunya bisa belajar dan masakin mie goreng untuk ibu-ibu. Yang ikut cuma 6 orang saja. Saya, bu Marwan, bu Agus, bu Heru, bu Sugeng, dan bu Ucok. Tapi seru juga banyak trik-trik baru yang selama ini saya tidak tahu, bahwa dalam membuat kue, cara pengocokan dan penambahan bahan-bahan banyak pengaruhnya.

Bu Agus ikut kursus kue ini alasannya, kalau membuat  kue kukus lapis, lapisan kedua selalu bantat, lalu kata bu Diah, “Itu mengocoknya terlalu masak atau terigunya terlalu banyak, biasanya kalau kita mau menambahkan susu atau coklat, banyaknya terigu harus dikurangi banyaknya susu atau coklat yang ditambahkan.” Akhirnya bu Agus diberi kesempatan untuk mengocok telur dan gula sampai putih dan lembut. Ngocoknya sambil ngobrol sampai mau tumpah-tumpah, setelah jadi kuenya, rupanya kue bu Agus hampir bantat dan tidak mengembang, hu…hu, kasihan bu Agus, padahal tadi ikut arahan ya? walaupun begitu rasanya tetap enak deh. Lalu kenapa kuenya bisa begitu? Kata bu Diah lagi, “kebanyakan santan!” tapi kan menurut resep santannya sudah ada takarannya, ya..kalau begitu karena tangannya yang berbeda. Bu Agus menepis pura-pura marah, “Jangan salahkan tangan, ini harus berdasarkan fakta.” Iya deh bu itu karena nasib saja bu, maaf ya. Jadi sampai sekarang sebabnya belum ketahuan…

Bu Marwan alasan ikut kursus ini karena sering ditanya apa resep kue pie buah sama temannya, yang waktu itu pernah dia kasih kue pie yang diorder dari bu Diah.

Saya, bu Heru, bu sugeng dan bu Ucok alasan ikut kursus kue ini, ya ingin belajar saja dan tahu resepnya sekali. Awalnya bu sugeng tidak mau, karena kue bolu lapis kukus sudah biasa dia buat, dia maunya membuat krosson (pendengaran saya dan juga ibu-ibu). Krosson? Perasaan saya baru dengar deh kue krosson, yang seperti apa sih bu? “Itu lho yang selalu ada di hotel-hotel yang buat sarapan itu lho, uenak.” Kami tambah bingung saja. Kue nya bentuknya seperti apa? Jadi penasaran. Lalu saya ingat-ingat biasanya di hotel sarapan apa? Selain makanan khas Malaysia paling roti-roti saja, jarang ada kue-kue.” Nulisnya kaya gimana sih bu?” tanya bu Marwan penasaran. Lalu jawab bu Sugeng, “C.r.o.i.s.s.a.n.t.”  Serentak kami menjawab, “Ooooo kroisaaaaan (kalau dibaca oleh kita kalau bacaan Perancis nya memang kroisong) , roti yang berlapis-lapis itu, oh iya memang enak itu.” Akhirnya kami jadi tertawa deh. Ah bu Sugeng memang lucu, bahasa jawanya tetap medok walaupun sudah 10 tahun di Johor ini.

Follow up nya nanti mau diadakan lagi buat kue sama-sama tapi tanpa bu Diah, hanya kita-kita saja, mencoba resep baru, siapa tahu yang mau jualan tambah pembendaharaan resep ya? Mudah-mudahan saja banyak manfaatnya. Terimakasih bu Heru dan bu Sugeng tadi bantuin cuci piring, he..he. 


Leave a Reply