Arab Ngojay?
Kalau orang sunda, mungkin pernah mendengar cuplikan bait lagu :
Arab ngojay dina batok, teuteuleuman bareng jeung entog….dst. kalau diterjemahkan artinya kedalam bahasa Indonesia Orang Arab berenang dalam tempurung kelapa pura-pura menyelam bersama bebek…
Awalnya saya tidak “ngeh” juga mengenai lagu ini lama-lama lho kok pas ya? Siapa yang menciptakan lagu ini, saya pun tidak tahu. Ini hanya sebagian lagu-lagu permainan masa kecil. Nenek saya yang mengajarkan. Nenek saya sering cerita hal-hal yang lucu atau memakai istilah-istilah yang aneh untuk sebutan orang-orang. Seperti halnya dulu saya mau menikah dengan suami saya yang orang Padang ini, nenek saya sempat kaget karena dia sering menyebut orang Padang dengan Padang Bengkok, kenapa nenek saya memanggil orang Padang dengan Padang Bengkok, katanya orang Padang sering ingkar janji makanya dibilang Padang bengkok? Lalu suami saya gimana? Iya…suami saya bukan suka ingkar janji tapi sering lupa bahwa dia sudah janji, contohnya? rahasia, biar dia tanya sendiri sama saya!! Saya ingat kok sampai sekarang..
Pindah lagi ke Arab, maksud lagu itu katanya mencerminkan bahwa orang Arab itu sombong bagai tong kosong nyaring bunyinya. Entah kebetulan atau tidak, seumur hidup saya dan bertemu dengan orang Arab, pertemuan itu tidak berkesan di hati, kadang-kadang attitude mereka tidak melabelkan orang islam. Saya malu lho, jadi kesannya orang islam itu seperti begitu. Apalagi mereka hidup di negara yang buta tentang islam, contohnya Jepang.
Di Sapporo tempat saya tinggal dulu, banyak orang Arab yang bersekolah disana, ada yang dari Saudi, Turki, Iran, Irak, Mesir, dlsb. Mereka selalu berkelompok dengan kelompoknya sendiri, jarang berbaur dengan kita-kita padahal sesama muslim, katanya sesama muslim adalah saudara, say assalamu’alaikum juga jarang kalau kita tidak duluan yang menegur. Tetapi kalau ada acara halal bihalal muslim Hokkaido, pasal makan mereka paling rakus dan tidak ingat orang, kalau mengambil makan alas akbar benar, sudah gitu makanan yang diambil tidak habis lagi duh sayangnya. Kalau pergi ke bazar murah, menawar barang seperti memaksa dan barangnya yang ditawar itu tidak dilepasnya lagi, jadinya orang Jepang yang jualan itu dengan terpaksa menerima tawarannya, setelah pergi orang Arab baru dia bilang, dia tidak suka kalau ada orang Arab yang beli, ngotot. Suami saya pernah nyemprot orang Arab yang memotong antrian. Orang sudah penat-penat ngantri tiba-tiba dia masuk di depan, tanpa bersalah dia mengajak temannya lagi. Ibu-ibu Jepang yang ada dibelakangnya bilang ” Sumimasen, sumimasen!” sambil menunjuk ke belakang (menyuruh dia ngantri) tidak didengarnya. Akhirnya suami saya yang melihat panas dibuatnya.
“Hey, Q please!!! Are you moslim or not?”. Kebetulan suami saya sering ketemu dia juga di Mesjid kalau sholat Jum’at. Akhirnya dengan tertawa-tawa dia pergi ke belakang untuk mengantri. Kurang ajar benar itu orang, minta maaf pun tidak malah hahahehe.
Sekarang di Malaysia sudah dibanjiri orang Arab pula, ramai juga yang belajar di UTM. Bahkan ada satu dari Iran yang menjadi student suami saya. Sekarang dia bermasalah dengan salah seorang staff di tempat suami saya, gara-gara dia minta di run kan sample nya dengan cepat, padahal banyak sample yang lebih dulu dari dia yang harus di run. Sudah memaksa lalu dia bicara lagi bahwa dia berasal dari keluarga terpelajar di Iran dan bla..bla…Ya Staff itu marah lah, untuk apa dia bicara begitu, dia hanya minta tolong saja kok…Sampai sekarang staff itu tidak mau me run kan sample nya sebelum dia minta maaf. Student Iran itu tidak merasa bersalah lagi. Sekarang tidak tahu bagaimana jadinya.
Saya berpikir, banyak kejadian-kejadian mengerikan yang dialami para TKW kita di Arab, ada yang disiksa, diperkosa, tidak dibayar gaji dlsb. Kok orang islam seperti itu, patutlah kenapa agama, baik kristen atau islam dilahirkan di tanah Arab, mungkin karena tingkah laku orang-orangnya seperti itu. Saya memang tidak boleh menyamaratakan semua orang Arab, ada yang baik dan berakhlak mulia juga, para nabi dan rosul serta sahabat-sahabatnya? Atau orang yang anda kenal mungkin. Tapi itulah sampai saat ini saya bertemu dengan orang Arab seperti itu.
Kalau masalah TKW memang bukan di Arab saja, di negara-negara lain pun banyak kejadian mengerikan, di Malaysia juga, tetapi yang saya bahas memang keberadaan orang Arab ini yang mencerminkan orang islam tulen gitu lho. Gejolak perang saudara terjadi dimana? Padahal islam itu sangat cinta damai, itu salah satu contoh bahwa kesombongan dan tamak seperti sebutan yang menempel buat orang islam. ‘Audzubillahimindalik….. Jangan sampai ini terjadi pada kita, cukup kita jadikan pelajaran buat kita, supaya kita tidak termasuk golongan orang-orang seperti itu. Duh orang Arab jangan ngojay di tempurung aja atuh kalau benar-benar pandai berenang, berenanglah di kolam atau di laut sekali. Kalau benar-benar mengaku islam bersikaplah seperti seorang muslim. Mudah-mudahan saja.
May 8th, 2008 at 9:44 am
pengalaman mbak banyak benar nya juga masalah orang arab, tapi yang masalah orang Padang bagaimana??? benarkah orang padang itu licik dari pandangan mbak??
http://sutanmudo.co.cc
May 21st, 2008 at 4:05 pm
Buat Sutan terimakasih ya atas comment nya. Kalau ditanya begitu saya akan jawab kalau saya sama dengan nenek saya, saya tidak akan menikah dgn orang Padang. Tak kenal maka tak sayang, tapi harus hati-hati juga, siapa tahu ada benarnya juga, manusia tak sama. Alhamdulillah suami saya baik-baik saja walaupun kadang-kadang pelupa, he..he
May 27th, 2008 at 9:48 pm
saya yang belum pernah kenal dgn orang arab jadi ikut ngerasain pengalaman Teteh.. meski semua tergantung orangnya..
salam kenal Teh.. sami2 urang Tasik nu ngumbara di Malaysia..
June 6th, 2008 at 5:27 am
Hatur nuhun kang Asep. Salam kenal lagi. Tasik na dimana?
July 25th, 2008 at 1:02 pm
Ini saya punya lirik penuhnya…
Kayaknya ini lagu di ciptain oleh guru Seni Budaya saya di SMK PGRI 1 Tangerang, Pak Budiman.
Arab Ngojay
Arab Ngojay Dina Batok
Teuteuleuman bareng Jeung Entog
Panon beureung teu di rasa
Majar maneh enges biasa
Arab Ngojay Dina Batok
teuteuleuman EUY! barng Jeung Entog
itu yang saya tahu liriknya…
Lagu ini sangat terkenal di SMK PGRI 1 Tangerang, sampai semua murid si sekolah itu mw yang lama atau baru tahu…
dan memang lagu ini lucu, namun penuh makna…
September 26th, 2008 at 5:25 pm
duh ai koq gibah orang arab sih belajar tuh lurusin hati, bukankah gibah bagaikan makan bangkai saudaranya sesama muslim sendiri, sabar kenapa! orang arab tidak identik dengan Islam, kalau orang berakhlak baik baru identik dengan Islam. Tidak semua orang orang arab bejat moralnya, teman temanku juga banyak orang orang arab yang berakhlak baik termasuk guru guruku yang berakhlak mulia, jadi kalau menilai jangan bawa bawa bangsa atau suku ALLOH nggak suka yang gitu gitum, anggaplah itu ujian kesabaran dari ALLOH SWT, mestinya diusia usia empat puluhan belajarlah saling menasehati satu sama lain bukankah itu hal yang baik. rugi gibahin orang semua amalan amalan baik kita akan jatuh ketangan orang yang kita gibah.
kalau ketemu orang orang kayak gituan mending istighfar atau baca apalah jangan jengkel. kalu jengkel sama sama rugi, tapi kalau sabar kita yang untung iya khan
September 27th, 2008 at 1:52 am
Terimakasih mas, inikan hanya pengalaman saya. Saya pun tidak menyamaratakan semua orang Arab, tapi kecenderungan dari sikap mereka itu seolah-olah hal itu selalu menjadi trade mark orang Islam. Karena di luar kita sesama muslim opini itu memang begitu ya apa adanya. Lalu? Tak kan kita membela sesuatu yang benar adanya menjadi sesuatu yang tidak ada? Niat saya sih baik-baik saja. itu tergantung penilaian masing-masing kan? So………kita ambil yang baik buang yang buruk!
April 18th, 2010 at 2:24 am
Mohon ijin, telah mengcopy artikelnya, sebagai reference di Blog saya. Terimaksih atas ijinya