Mencari Happy

Ini menyangkut masalah perasaan, tidak bisa dibeli oleh siapapun dan diganti dengan apapun. Happy adalah suatu perasaan senang, gembira, puas dan syukur atas sesuatu yang terjadi pada kita. Ukuran happy berlain-lainan setiap orang, ada yang happy dengan kekayaan, kepintaran, keberuntungan, kesederhanaan, kesehatan dan lain-lain. Tetapi yang jelas tidak sama untuk setiap orang. Saya dan anda perasaan happy nya berlainan, dengan keluarga sendiri sekalipun juga berlainan, tetapi kalau anda happy saya pasti akan numpang happy juga. Happy ini besar sekali pengaruhnya, dengan happy orang bisa berprestasi, dengan happy orang bisa menjadi lebih baik , dengan happy orang bisa menjadi sehat, dengan happy orang bisa bergairah…..wah-wah sebegitu dasyatnya happy sehingga orang disekelilingnya pun ikut merasakan happy, percaya tidak?

Selamat untuk suami saya, sekarang dia sedang happy, dan happy nya terasa oleh saya, dari raut wajahnya, dari perilakunya, kelihatan tambah semangat dan tambah segar. Alhamdulillah….rupanya masih ada orang yang terbuka mata dan hatinya, bahwa kerja suami saya itu perlu dihargai, bukan masalah pangkat dan gaji, tapi masalah pengakuan dan buntutnya menjadi peghargaan, dan inilah happy suami saya, penghargaan atas karya dia selama ini dari orang-orang yang memerlukan dia, bukan memperalat dia. Bedanya seperti bumi dan langit antara diperlukan dan diperalat. Diperlukan ada kelayakan sebaliknya diperalat tidak sama sekali.

Dengan happy suami saya mau hijrah dari Johor ke Pahang. Dari kota Johor yang ramai, ke kota Pahang yang sepi. Dari sebuah universitas yang besar dan megah ke sebuah universitas baru. Tidak masalah, saya dan anak-anak tentunya akan ikut dan selalu mendukungnya. Saya pun akan tenang kalau suasana hati suami selalu happy. Jadinya saya terimbas bedah desa, bukan bedah desa lagi malah jadi bedah kampung deh. Karena suami saya lagi happy akhirnya saya pun di belikan Electric Multifunction Pressure Cooker, katanya biar saya bisa masak apa-apa saja dengan cepat tapi uenak. Makasih ya. Ternyata Happy itu menyenangkan lho. Makanya yuk kita tebarkan happy, mudah-mudahan dunia menjadi damai dan tenang. Tapi awas lho, orang lain happy kita jadi sedih, itu namanya dengki…..nah yang happy dong. Sekali lagi selamat untuk suami tersayang. Mudah-mudahan Allah senantiasa menjaga hati kita selalu bersyukur atas segala nikmatNYa, senantiasa meridhai setiap langkah kita. Aamiin.

cooker.jpg

Eh, kalau ada orang tanya sama saya, apa yang bisa membuat saya happy? jawabnya adalah saya bisa menyetir mobil dengan lancar!! he..he. Tidak nabrak mobil orang lagi atau apalah. Biar kalau ada apa-apa tidak perlu susah-susah minta tolong orang, atau naik taxi atau naik bus. Itu baru satu…..yang lainnya banyak lagi. saya akan happy kalau Fahima lahap makannya, kalau Firda lahap makannya, kalau anak-anak sehat dan pintar, atau…..kalau……..kalau……banyak deh.

Ngomong-ngomong, dulu saya ada kakak kelas di ITB, aktivis salman, jurusan Planologi 84, namanya kang Happy, gimana kabarnya dan dimana sekarang beliau ya? Nah…ini baru mencari happy. Kang Happy kumaha damang?


No Responses to “Mencari Happy”

  1. NiKe (MrS. AsEp) Says:

    teh terry, apa kabarnya? ike baca di blognya katanya mau pindah ke Pahang ya? kapan teh pindahnya? moga2 sbelum te2h pindah ike ma a asep bisa maen dulu ke rumah te2h,, salam buat keluarga ya teh,,

  2. Terry Terikoh Says:

    Iya ke, awal september hadi pindah duluan. Saya dan anak2 menyusul november nanti pas anak2 selesaikan kenaikan kelas. Hayu atuh main ke sini, harus diniatin jangan asal mampir ya. Gimana ayam penyeknya enak gak? Waktu itu kami mau nganter tapi pas lagi di tebrau, nganterin anak2 kelas musik. Untung ketemu tempatnya ya!

  3. iffah Says:

    Ceu saya ikutan hepi bila ceuceu sekeluarga hepi asal ntar kalau dah di Pahang jangan lupakan kami yaah bighug ntukl ceuceu mmuuah

  4. Terry terikoh Says:

    Nuhun pisan. Nanti kami tunggu deh di Pahang, pak Ihwan sekeluarga. trus kita main-main ke Trengganu, katanya mau lihat2 masjid kristal. yuk…

  5. aris wulandani Says:

    Ass. wR. wB.

    Alhamdulillah, Ai yang sedang happy saya juga ikut happy. Mudah-mudahan kita semua happy. Maksudnya happynya Ai menular ke saya (Hu…Hu… saya lagi gak happy nich)
    NGomong2 tentang Kang Hepi, beliau tetanggaan dengan saya (tetangga perumahan maksudnya), tapi qta hampir gak pernah kontak. Kayaknya kesibukan jadi benteng imajiner yang kokoh dan angkuh.

    Eh, Ai, jadi ketemu Atik TI’86 gak? Punten emak saya gak bisa berkunjung ke Malaysia karena piknik ke Singapuranya dipersingkat jadi cuma 1 minggu. Sekarang sudah di Indonesia lagi, malah Lintang serimbitan juga ikut pulang

  6. Terry Terikoh Says:

    Nuhun Ris happy memang keinginan semua orang. Happy itu kalau gak dicari rupanya datang sendiri…..Kunaon Aris gak Happy?. Mun dekat mah abdi kabita…..aaaaaaa sama coklatna, pengen beli tapi kumaha nya? kalau dikirim berat diongkos. Nantilah kalau Ai pulang ya….pasti hubungi Aris.
    Atik gak jadi datang, karena adik suaminya harus menjalani oerasi kanker pas hari dia mau pergi. Jadi acara ke Johor mereka di cansel. Iya cuma seminggu. Ya..gak pa..pa kapan2. Tadinya Ai yang mau menemui emak. Tapi ada saudara juga di datang ke Johor, jadi gak bisa pergi2, padahal udah sono lho. Terakhir ketemu pas nikahan Aris.

  7. Terry Terikoh Says:

    Oh syukurlah, minimal saya tahu kang Happy ada dimana sekarang. Kalau tetanggaan dengan Aris kan berarti jejaknya bisa dilacak…he..he

Leave a Reply