Rayuan Maut
Bulan depan, bulan September, si comel lotte yang selalu menggemaskan masuk 2 tahun. Saya berniat mau menyapih dia dari ASI (Air Susu Ibu) lalu mulai mengajarkan BAK (Buang Air Kecil atau pipis) di toilet, Kalau BAB (Buang Air Besar atau e’e') sih selalu bilang, jadi saya langsung ajak nangkring di toilet tetapi BAK belum lagi. Kontrolnya belum ada. Kalaupun bilang sudah kejadian dan basah kemana-mana. Yang lucunya kalau BAB tidak mau di toilet duduk, maunya di toilet jongkok, karena luncuran roket yang berbau itu bisa terdengar “Pung!”. Biasanya habis mengejan dan keluar dia langsung teriak dan tertawa, “Ai pung heu…heu. Ai. Ai pung!”
Saya : “Iya sayang, lagi ya!”
Fahima : “Ai pung, agi (maksudnya lagi).”
Begitu deh sampai akhirnya minta cebok karena sudah penat jongkok, “Ai ebok, ebok Ai!” Fahima-fahima, sama ibunya memanggil nama. Saya ajarin dia panggil ibu, Ai lagi Ai lagi. Habis niru bapaknya. Kalau tidak memanggil Ai sekali saja ada yang kurang kayanya.
Semakin mendekati 2 tahun, semakin lengket saja sama saya. Bahkan minta ASI jauh lebih sering dari dulu-dulu. Karena air ASI sudah mulai sedikit nampaknya tiap 5 menit minta tukar kiri kemudian kanan, kiri lagi, kanan lagi. Jadi saya kewalahan malah rencana menyapih mau dipercepat. Kempor deh, apalagi kalau malam tiba, sebentar-sebentar bangun. Lagi tidur saya dibangunkannya, kalau digoyang tidak bangun, wajah di kuel-kuel, jari masuk lubang hidunglah atau mata kita dibuka kelopaknya. Hanya untuk minta ASI. Sering saya biarkan, tetapi dia malah menangis semakin keras. Yang kasihannya disela-sela nangis dia berhenti kemudian bilang,
“Ai nenen dong!” sambil menahan untuk tidak nangis. Saya tak tahan mendengar rayuannya, dikasih lagi deh, walaupun tetap minta gilir kiri kanan. Seterusnya setiap mau ASI selalu begitu. Rupanya rayuan maut aku ampuh juga, pikirnya.
Karena minta ASI kadang tidak tahu waktu, saya mulai kebal terhadap rayuan maut dia. Mau nangis sampai guling-guling juga sudah tidak peduli, apalagi sekarang saya kasih dia susu formula tambahan tiap pagi, makan kue-kue, cemilan-cemilan pun sudah siap sedia biar dia lupa ASI. Tapi tetep saja, merengek….duh gimana ya?
Dengan bilang, “Ai nenen dong!” dianggap tidak mempan. Sekarang dia ada trik baru, rayuan baru dan inilah rayuan maut yang saya tidak tega untuk tidak memberikan ASI.
“Ai cum…..Ai cum!” dengan memanyunkan mulutnya dia mau mencium saya, 5 kali lagi. Pipi kiri kanan, dahi, hidung dan dagu. Siapa yang mau menolak coba. Bibirnya yang mungil, lembut dan basah mencium kita, tanpa ragu lagi saya tanya mau nenen ya? Eh..dia tertawa.

Tapi tunggu deh Fahima, ibu juga mau cari trik, agar Fahima berhenti nenen tanpa menangis. Ibu akan membeli vitamin C yang asli asemnya, kemudian mau dipoleskan, dan kalau Fahima nenen nanti pasti tak mau karena asem rasanya. Dulu juga si Abang dan kakak seperti itu. Awalnya rewel tapi sudah itu tidak mau nenen lagi, malah ditawar-tawarkan pun pada geleng kepala. Tapi tadi ibu cari-cari vitamin C yang asli tidak ada dijual di farmasi, masa harus dikirim dari Indonesia sih. Oh ya, bapak Ad khan mau ke Surabaya akhir bulan ini, pesan ah..
August 8th, 2008 at 1:32 am
Fahima Fahima pintar banget sih kamu naak, ceu kalau pengalaman saya dulu sama anak2 kita harus tega aja gak kasih nenen walaupun malamnya rewel dan harus mengorbankan tidur kita selama dia rewel itu yah digendong sampai dia tertidur tapi paling lama 3 hari ceu setelah itu alhamdulillah gak mau lagi deh nenennya.
August 8th, 2008 at 6:53 am
Iya makasih ya, saya coba. Ampun deh.
August 8th, 2008 at 6:59 am
Iya kali ya, jangan sampai tergoda lagi. Saya mau cobain deh. Nuhun ya.
August 13th, 2008 at 10:38 am
iii fahima pinter….
pasti da luluh dan meleleh kalo dirayu pake rayuan maut fahima…mana matanya gak kukukukuku…….. hehehe…
bu, pami teu lepat maos dina site-na Firda, pak hadi mo pindah ke pahang yaa?
wuuuaaa tebih atuh nya….
bakalan sono atuh….
tapi kan dimanapun disitulah bumi Alloh…
sanes kitu?
wuaa UTM bakal “rugi” kehilangan pak Hadi niyyy…
August 14th, 2008 at 5:25 am
Itu dia rela, teu cios……..UTM keukeuh peuteukeuh alim masihan serat pindah. Janten imigrasi teu tiasa mroses visa kangge di UMP. Kedah di dieu teras panginteun. sawios ah…..supados tiasa ningal baby rela engke nya.