Nothing to loose alias enjoy aja

Menangis buat seorang perempuan khususnya saya adalah hal biasa. Sakit menangis, diomelin suami sedikit saja menangis, anak susah makan menangis, ada kesulitan dan rintangan ujung-ujungnya pasti menangis. Itu adalah pekerjaan yang lumrah dan gampang saja. Tidak tahu perasaan ingin menangis ini ada begitu saja, bahkan mendengarkan cerita sedih orang lainpun ikut menangis. Apa ini karena saya terlalu mengasihani diri sendiri? Lain halnya dengan laki-laki, kok tidak segampang perempuan, kecuali barangkali hati sudah sakit sekali atau perasaan sedih yang sudah mendalam.

Seumur hidup saya, baru dua kali melihat suami menangis berurai air mata. Pertama, saat pacaran dulu, lagi ego-egonya kita mau putus akhirnya tidak jadi dan kedua tadi siang, saat mengetahui UMP tidak bisa menguruskan visa di Pahang karena harus mendapat surat berhenti kontrak dari UTM. Tahu sendiri khan, beberapa hari ini suami di pingpong harus jumpa si A si B, untuk mendapatkan surat berhenti itu dan akhirnya bertemu dengan bos besar, bos nomor 1 di UTM. Setelah bertemu dengan bos besar itu di dapat kata TIDAK DIIZINKAN. UTM tidak mau memberikan surat berhenti dan tetap akan mempertahankan kontrak suami saya dan sudah pasti di offer jabatan sama dengan UMP.

Walaupun banyak orang berkata, pengunduran suami ini adalah hal yang wajar dan tidak menyalahi aturan kontrak kerja, tetapi kalau UTM tidak mau melepaskan, apa yang bisa kita lakukan. Kunci dari semua itu adalah karena suami warga negara asing yang tentu saja kontrak kerja akan berurusan dengan visa. Visa yang akan dikeluarkan imigrasi akan mengikut kepada peraturan kontrak kerja. Kalau kita mau memutuskan kerja  di suatu tempat kemudian akan pindah ke tempat lain tetapi berada di Malaysia juga, yaitu tadi harus mendapat surat berhenti dari tempat kerja yang lama. Jadi ini pengalaman untuk siapa saja yang kebetulan akan menemui kasus seperti suami saya ini. Kalau bisa tunggu sampai kontrak habis, itu pun tidak tahu lagi. Jangan-jangan tetap diperpanjang pula secara otomatis. Lain halnya kalau kita mau cabut dari Malaysia itu mah tinggal terbang saja, tidak usah memikirkan surat-surat segala. Ini kasus terjadi kebetulan pada suami saya, karena UTM masih memerlukan suami saya. Ada orang lain yang minta pindah dari UTM, aman saja mereka mendapat surat berhenti. Kalau kami ngotot tetap mau pindah, boleh saja dengan syarat pulang dulu ke luar Malaysia selama 6 bulan baru datang lagi. Itu kan bodoh, merugikan diri sendiri, bagaimana dengan sekolah anak-anak. Kasihan kan, ya terpaksalah mengalah.

Duh suamiku tercinta, sabar ya. Barangkali do’a kita memohon yang terbaik untuk saat ini, adalah tetap dulu di UTM sampai kontrak habis. Mudah-mudahan apa yang terjadi pada kita ini, adalah ujian terbaik kita, agar kita bisa lebih menghargai orang lain, jangan sampai kita digolongkan kepada orang-orang yang kufur nikmat. Ingat lho. Awal kita memulai suatu pekerjaan senantiasa memohon ridho Allah, dan akan selalu bilang nothing to loose, pokoknya enjoy saja. Don’t be sad. Ingat tidak buku itu, saya ambil beberapa cuplikannya ya!

Jalani hidup apa adanya

Keadaan dunia ini penuh kenikmatan , banyak pilihan, penuh rupa, banyak warna. Semua itu bercampur baur dengan kecemasan dan kesulitan hidup. Dan kita adalah sebagian dari dunia yang berada dalam kesukaran.

Kita tidak akan pernah menjumpai seorang ayah, istri, kawan, sahabat, tempat tinggal, atau pekerjaan yang padanya tidak terdapat sesuatu yang menyulitkan. Bahkan, kadangkala justru pada setiap hal itu terdapat sesuatu yang buruk yang tidak kita sukai. Maka dengan itu padamkanlah panasnya keburukan pada setiap hal itu dengan dengan dinginnya kebaikan yang ada padanya.

Allah menghendaki dunia ini sebagai tempat bertemunya dua hal yang berlawanan, dua jenis yang saling tolak belakang, dua kubu yang saling bertentangan, dua pendapat yang saling bertentangan, yang baik dengan yang buruk, kebaikan dengan kerusakan, kebahagiaan dengan kesedihan. Dan setelah itu Allah mengumpulkannya segala yang baik di Syurga dan segala yang buruk di Neraka.

Al-Hadist : Dunia adalah terlaknat. Semua yang ada didalamnya terlaknat, kecuali Zikir kepada Allah, perbuatan yang dicintai Allah, dan sesuatu yang dapat mendekatkan diri hamba kepadaNya, serta orang yang berilmu atau orang yang mempelajari ilmu yang bermanfaat.

Maka jalanilah hidup ini sesuai dengan kenyataan yang ada, jangan berangan-angan. Hadapilah hidup ini apa adanya, kawallah jiwa kita untuk dapat menerima dan menikmatinya. Mari kita tutup mata dari beberapa hal untuk saat-saat tertentu, meluruskan langkah dan mengesampingkan berbagai hal yang mengganggu. Insya Allah, Allah senantiasa ada dan selalu mendengar do’a kita. 

Jangan Bersedih, Hanya Karena Niat Kita Dihalang

Renungan : Surat Yusuf  ayat 87, ..dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah sesungguhnya tidaklah berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir.

Surat Ath-Talaq ayat 1, …kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru.

Surat Al-Baqarah ayat 216, …bolehjadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bolehjadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui. sedang kamu tidak mengetahui.

Surat At-Taubah ayat 40, …janganlah kamu bersedih karena sesungguhnya Allah bersama kita.

Wah…..capek deh nulis panjang-panjang, Jadi inti dari cerita saya adalah, KAMI TIDAK BOLEH PINDAH, alasannya seperti yang telah saya ceritakan itu. Bahkan sang Bos bilang, kemana pun Hadi pindah tidak bisa tanpa surat dari UTM, karena Universitas di seluruh Malaysia satu bumbung, satu rantai. Kalau mau diputus harus putuskan dulu tangkainya. Terperangkap ke dalam lubang yang sama untuk ke 2 kalinya? Ya, tetapi lubang yang sekarang mencoba menghilangkan jejak lubang yang lama, agar kita jatuh dengan nyaman. semoga saja.

Begitulah ……jadi bagaimana acara perpisahan di kantor suami kemarin? Apakah cenderamata harus dikembalikan? Bukan salah kita lho….Yang jelas banyak PR buat saya. pertama melanjutkan kelas musik anak-anak yang sudah berhenti sampai akhir bulan ini, kedua membatalkan undangan makan perpisahan dengan teacher Karen, ketiga mencari rumah yang lebih besar karena Farid dan Firda mau kamar sendiri-sendiri, keempat melanjutkan chek up dengan dokter gigi, kelima bilang sama teman-teman bahwa kami tak jadi pindah. Minta maaf ya, karena sudah membuat suasana agak huru hara gitu, bukan salah saya lho…betul bukan salah saya.

terima cendera mata dari Prof. Marsin

terima pesan kesan dari warga IIS


No Responses to “Nothing to loose alias enjoy aja”

  1. iffah Says:

    Insya Allah mungkin ini yang terbaik ceu, Ceu pindah dekat saya aja pas diatas rumah kami kosong, kamarna tilu ceu,hayooo biar tetanggan ceu , maksa.com nih (dengan penuh harap :D

  2. Terry terikoh Says:

    Disini pun kamarna tilu, gak cukup. Karena yang satu harus jadi gudang. minimal 4, di Pulai Perdana katanya banyak. Tapi gak tahu, belum dilihat-lihat.

Leave a Reply