Lapis legit

Kali ini kami membuat kue lapis legit ala mbak Anita. Tempatnya di rumah bu Alvi. Bu Alvi seksi sibuk menyiapkan bahan-bahan dan peralatan. Mbak Anita pun selalu siap dengan bahan-bahannya dan dia tak pernah  lupa dengan saringan kawatnya (lupa saya foto, nanti deh menyusul kemudian). Bertuah banget itu saringan, mau dibuang katanya sewaktu pindahan dari Amerika ke Malaysia, karena tidak tega akhirnya diselip-selipkan ke koper. Pak Yunan tidak tahu bahwa mbak Anita banyak menyelipkan peralatan dapur di koper bagasinya. Tahunya sampai di airport, mereka kelebihan bagasi, dan setelah dibongkar-bongkar mau ditata kembali ketahuan deh banyak barang-barang yang kalau dibuang sayang, tapi itulah barang-barang itu ternyata besar manfaatnya sekarang. Afifah pun tidak ketinggalan membawa oven dan mixer, bu Handoyo membawa mangkuk besar, saya membawa baskom-baskom dan loyang. Kayaknya masing-masing sudah berpengalaman bawa sesuatu yang kira-kira diperlukan, habis dulu mau pakai ini, itu tidak ada, ada di rumah saya atau siapa, dan selalu bilang “Kalau tahu perlu, dibawa tadi!”

Kue Lapis legit memang kue si raja telur. Satu resep saja telurnya 30 biji, 2 resep berarti 60 biji. Tapi resepnya mbak Anita si telurnya dikurangi 5 biji-5 biji. Kami membuat 2 resep.

resep kue lapis legit

Memasak dimulai dengan mengocok mentega sampai putih, memisahkan telur yang kuning dari putihnya, kemudian dikocok juga sampai putih. Sempat terjadi ketegangan lho (cieu..istilahnya tegang. Mungkin yang lebih tegang Afifah kali ya? Tegang tidak?) Sewaktu lagi mengocok mentega, mixernya tiba-tiba berbau dan berasap, wah…mixernya rusak! Bu Handoyo yang mengocok mentega panik,  “Bagaimana ini?” Bu Alvi juga ikut-ikutan panik, “Aduh bagaimana ya? Colokan ini jarang saya pakai sih!”. Tetapi Afifah dengan tenang bilang, “Tidak apa-apa kok, memang sudah waktunya. Mixer itu punya adik saya, sudah sering di pakai”. Akhirnya dipakailah mixer punya bu Alvi. Mixer bu Alvi merk dan bentuknya sama dengan punya Afifah. Pas dipakai punya bu Alvi, rupanya kejadiannya sama. Mixer bu Alvi berbau juga. Wah gawat….bisa-bisa alat-alat rusak semua, tidak jadi deh bikin kue. Ini kenapa? Apa mentega yang dikocoknya masih keras atau memang colokannya eror? Tapi mbak Anita bilang, bukan karena mentega, biasanya dia buat, tidak pernah kejadian apa-apa dengan mixernya. Malahan kalau mentega beku dikocok bagus nanti buat kuenya. Lalu solusinya colokannya di pindah ke tempat lain, eh…ternyata aman deh.

Afifah dan Alvi sibuk misahin puti dan kuning telur Mbak Anita sibuk siapin bahan telur kuning siap dikocok Mentega sudah siap dikocok kata bu Handoyo

Takut waktu tidak mencukupi, biasalah bu Handoyo harus siap menjemput anak-anak sekolah sebelum jam 1.30. Afifah ada janji dengan pacarnya, Mbak Anita pun ada janji tapi belum pasti, tinggal tunggu telephon saja dari pacarnya. Saya diantar bu Alvi mengambil mixer di rumah saya. Sesampainya di rumah bu Alvi kembali, semua bahan sudah jadi dan kue sudah mulai dibakar, tinggal buat satu resep lagi. Rupanya colokan itu yang memang eror, buktinya mixer Afifah dipakai di colokan lain jalan lagi dan tidak berbau. Hore……senangnya, apalagi Afifah ya? Karena tidak usah mengganti…he..he (bercanda deh). Lagi asyik-asyiknya kita buat kue, tiba-tiba pak Yunan menelephon dan mbak Anita harus pergi untuk mengurus roadtax ke JPJ, wah kami melongo deh, bagaimana melanjutkan buat kue tanpa instuktur. Tapi Alhamdulillah kuenya jadi juga. Walaupun bentuk kue tidak karuan tetapi rasanya memang toooooooop deh.

adonan siap dibakar kue lagi dibakar, hati2 gosong hrs sering dilihat dan diputar2  kue dah masak n gosong dikit kue nampak lapisnya khan? beginilah jadinya buat kue ditinggal instruktur

Mbak Anita pulang lagi ke tempat bu Alvi karena urusannya telah selesai. Dia bersama DR. Astuti pemilik asal mobilnya. Lalu berkenalanlah kami semua. DR.Astuti kagum melihat kami berkumpul membuat acara masak-memasak ini. Kapan lagi coba bisa berkumpul kalau tidak diniatkan. Kalau sudah di rumah masing-masing sibuk dengan kerjaan masing-masing. Setelah kue dibagi-bagi, kami pulang deh di antar bu Avi sampai di rumah. Terimakasih bu Alvi ya, terimakasih mbak Anita, terimakasih Afifah, terimakasih bu Handoyo. Sampai jumpa habis raya nanti.

Bagi-bagi bolehlah nih Wah cuantik juga, pasti enak!


No Responses to “Lapis legit”

  1. anita Says:

    iya teh Ai, kalo di resep, mentega hrs suhu ruang. tapi kalo saya yg bikin malah tdk mau ngembang (putih).semakin saya kocok makin menteganya mencair apalagi kalo spt disini (malaysia) panas sekali. jadi bantat kuenya. krn pengalaman itu, mentega dari kulkas langsung di kocok (paling aku potong kecil2). apa mentega nya beda? aku jadi deg2an juga mixer bu iffah rusak gara2 teori saya.untung ga jadi rusak. lega rasanya.

  2. iffah Says:

    heheheh jangan khawatir mbak Anita kalau rusak kan nati saya dapat yang baru kaan ada bu presiden dan para 2 ibu mentri disana hahhaha

  3. iffah Says:

    maaf ya para ibu tersayang gara2 saya nih bentuknya jadi amburaduul

  4. Terry Terikoh Says:

    Mungkin juga gara-gara mentega kali ya? Soalnya kalau saya membuat kue selalu bantat saja! Heran deh.
    Aduh afifah koe, kita khan amatiran, masalah bentuk tidak jadi ukuran yang penting rasanya itu lho!

Leave a Reply