My 41th day : 24 Oktober

Banyak pendapat mengenai usia 40 tahunan ini, ada yang bilang bahwa pada usia ini, life is begin, pada usia ini adalah usia kematangan seseorang baik spiritual maupun materi, pada usia ini ada terdapat krisis cinta yang ramai disebut puber kedua, dan banyak…banyak lagi.

Seharusnya mungkin memang begitu, namun bagi saya di usia ini adalah perenungan yang panjang, sisa umur saya untuk hidup di dunia ini semakin berkurang, sementara saya belum banyak mengumpulkan nilai untuk memenuhi buku amalan saya. Hati masih penuh emosi dan ambisi. Hu..hu. Coba saja kalau jatah saya hidup di dunia ini cuma sampai 60 atau 70 tahun atau bisa jadi 45 tahun. Maka sisa waktu yang ada dapatkah saya isi semaksimal mungkin untuk beribadah kepadaNya. Walaupun dari segala perilaku hidup saya selalu saya niatkan untuk beribadah kepadaNya, Maukah Allah menerimannya? Ini kutipan dari tulisan Mas M.Djaenudin, Yang membahas tentang usia 40 tahun. Allah telah memberikan gambaran kepada usia 40 tahun :

Dalam Surat Al Ahqaf [46] ayat 15 Allah berfirman:

”Kami perintahkan manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: Ya tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah kau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beramal shalih yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Dalam surat tersebut setidaknya terdapat empat indikator kemuliaan manusia yang seharusnya menjadi identitas orang yang mencapai umur 40 tahun yaitu bersyukur, beramal shalih, bertaubat, dan berserah diri.

Bersyukur kepada Allah atas karunia umur yang mengantarkannya mencapai angka 40. Bersyukur atas kenikmatan hidup yang telah dianugerahkan Allah baik berupa kenikmatan material maupun nikmat anak keturunan (dzuriyat). Bersyukur sesuai hakikat bahwa semuanya karena kehendak yang mengikuti nilai-nilai kebaikan yang dikehendaki Allah dan dicontohkan dalam kehidupan Rasul dan para sahabat.

Beramal shalih, memperbanyak amal-amalan yang mendekatkan diri  kepada Allah, dan selalu berharap bahwa segala sesuatu terjadi atas ridhaNya.

Bertobat disertai kesadaran bahwa manusia mempunyai kalbu yang berbolak-balik antara tarikan kebaikan dan keburukan. Bertobat disertai perenungan dan perhitungan apakah di usia 40 tahun lebih berat kebaikannya atau keburukannya. Nabi SAW bersabda dalam sebuah hadisnya,

”Sesiapa yang mencapai umur 40 tahun dan dosanya lebih berat dari amal baiknya maka bersiaplah memasuki neraka.”

Berserah diri, merupakan permulaan yang pas untuk menapaki usia 40 tahun. Dengan demikian umur 40 tahun dipandang sebagai pencerahan kejiwaan, gerbang cahaya menuju kehidupan yang lebih mulia.

Happy birthday to Ai yang ke 41, semoga bahagia dan sukses selalu !! Happy birthday Bu Hadi semoga tambah disayang pak Hadi dan anak-anak!!!

Itu kata teman-teman, Aamiin terimakasih ya….untuk semua, doakan saya agar selalu ingat bahwa usia 41 tahun harus banyak introspeksi diri.

me n my nokia N95


Leave a Reply