Pengajian Selasa
Pengajian Selasa untuk minggu ini, bagian di tempat saya. Syukur Alhamdulillah, acaranya lancar, makanan pun tidak kekurangan bahkan ibu-ibu sempat bawa pulang segala. Saya menyiapkan agak banyak, karena waktu pengajian di rumah bu Eri kemarin yang datang cukup banyak. Jadinya mesti siap-siap walaupun ternyata yang datang tidak sebanyak yang diprediksi.
Pengajian sekalian syukuran pindahan, saya membuat nasi kuning, ayam bakar, telur balado, sambal lalap. Kue-kuenya sebagian buat sendiri sebagian lagi minta dibuatin tetangga rumah lama dan mbak Anita. Semuanya sedap-sedap lho. Sampai mbak Mun bilang, “Bu Terry, ini kari puff terenak yang saya makan, beli dimana?” Mbak Mun kebetulan bantu-bantu saya masak, dia tahu kue-kue itu bukan saya yang buat. Oh ya, mbak Mun ini yang membawa rambutan segitu banyaknya dari kampung majikannya, khusus untuk ibu-ibu pengajian. Ehm….manis lho…. Lain lagi dengan Rela, dia suka banget sama kue buatan mbak Anita, kue pie keju, sampai-sampai nulis di buku tamu multiply saya minta resepnya. Nanti saya minta resepnya ya. Mbak Anita tolong mbak saya mau copy resepnya, ibu-ibu banyak yang minta…..!
Eh kok pengajian cerita makanan aja, iya deh. Pengajian diawali dengan mengaji Al-Qur’an secara estafet dengan terjemaahannya. Melanjutkan sisa surat di pengajian sebelumnya yaitu dari surat Yunus sampai surat Hud. Kemudian ceramah oleh Ustazah Nur Herunursama. Karena saya sibuk sana-sini, biasalah tuan rumah, hanya awalnya saya simak, tapi saya copy isi ceramah bu Heru, yaitu tentang Makanan. Makanan sebagai salah satu rizki dari Allah Swt seharusnya Manusia memperhatikan makannya. Dengan memperhatikan makanan kita akan tahu tanda dan bukti sebagian sifat-sifat Allah Swt dengan demikian kita akan senantia bertafakkur akan kebesaranNya.
Jika kita renungkan bagaimana Allah Swt mengucurkan rizki kepada manusia ketika dalam rahim ibu, bagaimana Dia memberi rizki untuknya berupa ASI, lalu rizki berupa tumbuh-tumbuhan, maka kita dapat mengetahui bahwa Allah Swt adalah Ar-Razzaq.
Al ‘Alim, Karena Allah mengetahui kebutuhan kita terhadap rizki ketika kita dalam rahim ibu lalu Dia kucurkan rizki Nya untuk kita, makanan melalui tali pusar, kemudian Allah pun tahu kapan kita keluar dari perut ibu sehingga Dia siapkan ASI untuk kita. Dia tahu keberadaan air dalam tanah sehingga Dia ciptakan akar untuk tanaman dan penghisap air. Dia tahu kebutuhan dedaunan dan zat hijau daun terhadap matahari sehingga Dia jadikan daun-daun itu tumbuh menghadap matahari.
Al Hakim, Maha Bijaksana, kita tahu dan menyaksikan kesempurnaan dan ketelitian yang tiada tara dalam penciptaan tali pusar, juga tatkala menyaksikan kesesuaian yang amat sangat antara perubahan formula ASI dengan perkembangan tubuh bayi, begitu pula kita melihat kesempurnaan dan ketelitian di setiap bagian-bagian tumbuhan.
Al-Khabir, Maha dalam pengetahuanNya, disini kita mengetahui dan menyaksikan ketelitian dan ketepatan Allah dalam mengirim makanan dari tubuh ibu ke tubuh kita saat kita dalam rahim, saat kita melihat kesempurnaan ASI dan keluarnya ASI dari makan yang dikonsumsi ibu, juga kita memperhatikan pembentukan buah-buahan dan sayuran yang beragam dari tanah yang sama, disirami dengan air yang sama dan disinari dengan matahari yang sama.
Ar-Rahim. Maha Penyayang, Kita sebagai makhluk Allah yang tidak berdaya dan berkuasa apa-apa, tanpa rizki nya, ketika berada dalam perut ibu ataupun setelah keluar dari perut ibu akan mati. Karena Sifat Allah yang maha Penyayang inilah kita masih bertahan sampai sekarang.
Al-Karim, Maha Mulia dengan pemberiannya. Sesungguhnya , kalau ada orang yang menjamin nafkah dan kebutuhan 10 orang tanpa imbalan apapun, maka orang lain akan menjulukinya dermawan. Lalu bagaimana dengan Allah yang menjamin rizqi semua makhluk hidup? tentunya hal ini menunjukkan bahwa Allah Maha Mulia dengan pemberianNya.
Al-Hadi, Maha Pemberi petunjuk. Allahlah yang memberi petunjuk kepada semua apa-apa yang terjadi di muka bumi ini. Kita tidak tahu kenapa payudara ibu penuh dengan air susu kemudian bayi harus mengisap susu ibu, tidak ada yang mengajari. Kenapa benih yang tumbuh merekah batangnya tumbuh ke atas dan akarnya ke bawah, tidak ada yang mengajari itu semua petunjuk Allah swt.
Demikianlah inti ceramah pengajian minggu ini. Ibu-ibu memperhatikan dengan khusunya, mudah-mudahan pengajian ini akan selalu semarak, dan ibu-ibu semakin pintar dengan sharing ilmu-ilmu agama seperti ini.
