Liputan Farid

November 21st, 2008

Yah…..walaupun kalah, tapi pengalaman ini cukup berharga buat Farid. Sudah perginya saja dia senang bukan main. Pada dasarnya Farid senang berpetualang. Kalau ada acara lawatan di sekolah pun dia paling antusias ingin pergi. Mungkin ada rasa tanggung jawab dia dan rasa kepercayaan yang tinggi bahwa “Saya sudah bisa sendiri”. Dengan pergi-pergi begini, dia akan selalu bertanggung jawab menjaga barang-barang dia, memanage duit yang saya kasih untuk belanja, dan mengambil foto sebagai bukti perjalanannya walaupun dengan sebuah HP, 3 hari gitu bo!

Ya Farid kan sudah 13 tahun, sudah bisa sendiri memang. Kemarin dia bawa pasport asli, saya wanti-wanti, jangan cuek sama pasport ya, kalau hilang, bahaya. Farid akan susah nanti, karena pasport itu sangat penting untuk identitas Farid di negeri orang. Karena nasehat saya itu, kemana pergi tas berisi pasport dibawanya. Dan yang selalu dia ingat adalah cek n recek. Kasihan kali melihat saya tempo hari bolak balik mengantar barang tertinggal. Jadi dia pun tidak ingin seperti itu.

Ketika sampai di Kluang, perjalanan 1,5 jam dari JB, dia langsung telephone saya, “Bu abang sudah sampai”. Bukan itu saja mau apa-apa, mau mandi atau makan dia telephone saya. Lalu saya bilang, kalau tidak penting sekali jangan telephone, sms saja biar irit. Akhirnya dia sms terus. Yang nyenangin sih waktu dia kasih kabar, “Bu abang menang round 1″, setelah itu “Bu abang menang round 2″, setelah itu “Bu abang menang round 3″. Sampai kirim mms segala.

Peace...bu!!!

Syukur Alhamdulillah….tapi pas terakhir “Bu abang kalah! Nilai abang seri, abang banyak menyerang sudah itu rehat sebentar, orang itu nendang abang bunyi PAK..Eh langsung menang dia. Padahal abang banyak menyerang dan kena juga sama lawan tapi bunyi PAK nya itu kedengaran kecil saja…kok bisa kalah ya?” Wah…..jangan tanya ibu itu, ibu gak tahu. Tapi tidak apa-apa kok Farid menang kalah dalam suatu permainan biasa…It”s Ok. Tahu gak apa yang dia telephone ke saya ketika mau sampai di Johor Bahru lagi? “Bu sebentar lagi abang sampai, biar abang pulang ke rumah naik taxi sendiri saja, sekarang abang sedang ditraktir sir makan di KFC, maaf ya bu! abang kalah!” Hi..hi ini anak sudah beberapa kali minta maaf, ya udah gak apa-apa kok. Cape deh dengernya.

Sampai di Kluang Di hotel Group dia diatas arena Arena pertandingan Salah satu kawannya sedang bertanding Arena pertandingan Arena pertandinganArena pertandingan Arena pertandingan Salah satu teman sedang bertanding makan di KFC jangan....close up

Ihtifal 2008

November 16th, 2008

Setiap akhir tahun menjelang kenaikan kelas dan menjelang cuti panjang sekolah. Di sekolah Firda selalu diadakan Majlis Ihtifal. Pada majlis ini biasa ada penyampaian hadiah untuk murid-murid berprestasi dari kelas 1 sampai kelas 6. Bahkan pemilihan murid teladan laki-laki dan teladan perempuan. Firda ini senang sekali kalau memasuki ujian semester 2, dia akan bersungguh-sungguh belajar dan targetnya memperoleh piala sebanyak-banyaknya.

Saya sih sebagai ibu hanya mendukung saja, yang penting itu membawa kebaikan kenapa tidak. Tapi ada rasa takut juga, kalau suatu saat dia tidak dapat jadi kecewa berat. Mudah-mudahan tidak demikian ya! Karena ibu tahu, bagi anak yang rajin pasti akan berhasil. Masalahnya belajar di sekolah bukan gambling, artinya bukan untung-untungan, siapa yang rajin belajar pasti pandai.

Ibu hanya mengingatkan saja supaya Firda tahu apa yang seharusnya Firda lakukan dan tentu saja berdoa setiap hari agar Firda juga anak-anak ibu yang lain dimudahkan dalam segala urusan dan tercapai apa yang diinginkan.

Tentatif Majlis Ihtifal

Pada tahun ini, Firda mendapat 4 penghargaan yaitu untuk kecemerlangan akademik, penghafaz terbaik, akhlak mulia dan kehadiran penuh. Patutlah Firda disuruh bolos saja sehari kemarin tidak mau, karena ingin memperoleh piala ya? Iya tidak apa-apa deh. Ibu ucapkan TAHNIAH FIRDA, mudah-mudahan Firda selalu menjadi anak terbaik, terutama untuk ibu dan bapak ya!

Firda dengan ke 4 pialanya

Firda naik pentas untuk menerima hadia Firda dengan piala penghafaz terbaik Firda dengan piala akademik cemerlang Firda n friend menunggu giliran naik pentas Tempat dimana ibu duduk, jauh dari panggung Firda dengan piala akhlak mulia

Yang terakhir ucapan terimakasih buat mbak Rossy, yang sengaja datang ke rumah, dengan naik taxi lagi,  untuk menolong saya mengantar ke sekolah Firda. Mbak Rossy yang menyetir si binal ke sekolah Firda. Mudah-mudahan Allah SWT membalas segala kebaikan mbak ya ! Thank’s berat.

Mbak Rossy si baik hati

Indahnya sepi

November 14th, 2008

Dua arjuna saya pada pergi, di rumah tinggal kami bertiga saja: Saya, Firda dan Fahima. Bapak Ad pergi ke Jepang dan abang Farid pergi sparring ke Kluang untuk 3 hari. Farid baru pergi tadi pagi, sedangkan bapak Ad sudah hampir seminggu. Saking sepinya..ketika hari menjelang gelap, selesai sholat Isyha jam 8 malaman kami sudah mulai ngantuk, dan siap-siap mau tidur. E…bapak Ad telephone menanyakan Farid bagaimana aman2 saja? Farid dimana bertandingnya? Lalu saya tanya kenapa gitu alhamdulillah aman-aman saja kok. Masalahnya dia cemas, tadi ada misscall dari no telp kepolisian Melaka, takutnya kenapa-kenapa dengan Farid. O..o itu telephone nyasar kayaknya, soalnya baru saja saya sms dgn Farid, dia mau tidur juga selepas sholat Isya. Bapak Ad cepat-cepat saja telephonenya karena mahal, disuruhnya saya buka YM, kalau mau cerita chat saja dia online terus….
Tapi ya Allah saya betul-betul lagi tidak ada mood, tak tahu kenapa…buka-buka juga YM tapi mau chat tidak berselera, malah asyik jalan-jalan di MP dan FB, mengisi-isi comment teman-teman. Entahlah Beberapa minggu terakhir ini hati saya seperti hambar…..agak kurang peduli, jadi ketika sepi ini datang, rasanya betul-betul saya nikmati…

Wuih dengan sepi setrikaan yang bertumpuk selesai…sai…sai. Dengan sepi rumah dikemas kembali dan di mop dari ujung ke ujung, dengan sepi..rumput halaman mulai rapi lagi……dengan sepi bisa masakin Firda sesuka-sukanya……. dengan sepi mau undang ibu-ibu pengajian di rumah, dengan sepi…saya selalu think..think……What can i do for myself?

Tapi tadi pagi, hati saya agak panas juga pas mengantar Farid pergi. Biasa Farid santai…disuruh cepat siap-siap sebelum taxi datang, dia asyik lihat komik saja. Ketika taxi datang baru sibuk. Saya tanya sebelum pergi semua barang-barang yang harus dibawa sudah oke? Dia bilang Insya Allah dengan pastinya. Sudahlah…kami melaju dengan taxi ke Taman Timor tempat kumpul clubnya dia. Sesudah mengantar dia dan berfoto sebentar saya langsung pulang kembali ke rumah. Belum sampai di rumah..tiba-tiba Farid telephone saya, katanya pelindung kepala dia tertinggal di bawah tempat tidurnya. Waduh……bikin kerjaan saja nih anak, berarti saya harus pulang pergi lagi ke tempat yang sama 2 kali..Duh Farid- Farid  selalu deh…inilah sifat lupa kamu yang membuat ibu tidak sabar….. Sudah berulangkali ibu pesan cek n recek ada saja….sesuatu yang teringgal. Kalu tempat itu dekat tidak masalah..INI MAH LUMAYAN ATUH…Gregetan jadinya.

Ketika saya bertemu lagi dengan dia, nampak wajah penyesalannya, dia berkali-kali, “Maaf ya bu!”, hati saya luluh juga, kesihan..ngelihat dia. Yang lain ditunggu ibu bapanya, Farid saya tinggal sendirian, Ibu juga minta maaf ya..Mudah-mudahan Farid berjaya mendapat medali…apa saja, tidak dapat pun tidak apa-apa yang penting Farid Happy. Wish you luck, Farid!

Farid turun dari taxi

Goodbye Farid .... Nah..lihat ibu donk! Bis siap berangkat..tapi absent..absent dulu

Ima mau popok!!!

November 13th, 2008

Tiga anak saya ini, lain-lain karakternya. Si abang yang tenang dan tidak pernah rewel, si Firda yang ramai, cengeng tapi sedikit peduli. Sedangkan Fahima, cengeng, cerewet dan agak keras kepala. Khusus Fahima nih, saya sedang mengajar dia pipis di toilet, karena umur dia sekarang sudah 2 tahun 2 bulan. Seharusnya tidak berdiaper lagi. Farid umur satu tahun sudah bisa pipis sendiri, orang anak laki-laki, ya gampang saja tidak harus ke toilet. Di bawah pohon halaman rumah pun bisa juga. Di Padang (masa kecil Farid di Padang) yang melatih pipis Farid ya datuk. Selalu diajak pipis di bawah pohon rambutan. Sayangnya pohon rambutannya tidak bisa tumbuh besar karena banyak ulat jadi di tebang deh. Kalau ada pohon itu namanya pohon Farid. Firda hampir 2.5 tahun pakai diaper karena saya malas waktu itu…sekarang mau dicobain ke Fahima lebih cepat.

Hari ini tepatnya, setelah memandikan Fahima, saya bilang sama Fahima :

“Fahima hari ini, gak usah pakai popok ya! Kalau mau pipis atau ‘e’e bilang ya, nanti kita pipis dan ‘e’e di tandas! Mau ya?” sambil menunjuk ke tandas, tapi dasar Fahima cuek saja, malah lari-lari segala. Biasalah kalau habis mandi mau pakai baju, saya penat ngejar-ngejar dia. Kalau bapaknya ada, baju dan kosmetiknya langsung dia bawa ke bapaknya untuk dipakaikan. Ah..Fahima. Saya harus menggulung semua karpet di rumah ini deh biar tidak kena pipisnya.

Sesudah saya bedakin dan pakai baju, tanpa diaper dia diam saja. Terus meraba-raba celananya, kayaknya ada yang kurang mungkin. Eh dia bertanya?

“Popok Ima mana? popok Ima mana?”

Saya jawab, “Gak ada, hari ini Ima gak pakai popok, kan mau pipis di tandas. Mau pipis bilang ya!

Lalu katanya lagi, “popok Ima ada! Tuh..!” sambil menunjuk ke lemari dan memang di lemari banyak popok Ima, karena saya baru beli kemarin di Jusco.

Tuh popok Ima di lemari..

“Oh iya ya, nanti saja..sekarang gak pakai dulu.., nanti kalau mau pipis kita ke tandas!’ ulang saya berkali-kali sambil menunjuk ke kamar mandi.

E..e apa yang terjadi? Dia malah nangis sambil bilang, “Ima mau popok, Ima mau popok!”

Kumaha budak teh nya? Kan mau belajar pipis atuh, gak usah pakai popok. Tapi Fahima nangisnya makin keras….jadinya ya udah, daripada kuping sakit, akhirnya saya bukakan celananya, pakaikan popok lagi. Ketawa deh dia, ‘Ima pakai popok!” katanya….Gagal deh rencana ibu hari ini, nantilah coba lagi, kalau sudah bisa diajak ngobrol, sekarang masih cuek-cuek gitu sih…Belum ngerti apa ya?

Ima mau popok!!!

Nah...cekalang lega deh pakai popok lagi...

Panggil saya Mbok Neno….

November 6th, 2008

“Siapa yang mau panggil saya mbok?” tanya Neno Warisman kepada para peserta Halal Bihalal IKMI (Ikatan Keluarga Muslim Indonesia) yang diadakan hari Minggu kemarin di Johor Bahru. Peserta Halal Bihalal hampir semua TKI dari berbagai kilang atau pabrik di Johor dan staf-staf KJRI, juga para student UTM dan keluarga termasuk saya. Hanya beberapa orang saja yang angkat tangan, karena biasa orang memanggil dia bunda Neno. Tidak tahu kenapa kok kepengen sekali dia di panggil mbok. Mungkin enak saja didengar kali ya..si mbok, ..atau mbok nen…atau mbok no….atau mbok Neno. Jadinya saya juga deh yang manggil si Mbok ya!

Dari biografi dan sejarah pengalaman hidupnya yang saya baca di internet. Walaupun sekolahnya tidak selesai, tapi pengalamannya melebihi orang yang sekolah tinggi. Memang pantas keluarganya menganggap seorang Neno ini seorang DOKTOR bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya. Dia banyak mengorbankan waktu, tenaga dan pikirannya selain untuk keluarga juga untuk orang lain, terutama di bidang pendidikan anak. Keputusan mengambil home schooling untuk anak-anaknya betul-betul luar biasa bagi ibu yang sibuk seperti dia, cara pendekatan terhadap anak-anaknya dibilang unik, karena membiarkan anaknya bermain dan belajar sesuka hati, sesuka hati disini bukan semena-mena tetapi sesuai dengan hati dan jiwa anaknya. Tidak ada pemaksaan dalam mengerjakan apapun terhadap anaknya jadi ya terserah anaknya saja…monggo, suka lalukan tidak ya uwis.

Kalau saja saya bisa ngobrol banyak dengan dia, asyik kali ya..ini mah boro-boro, mau berphoto dengan dia aja gak bisa, apalagi salaman dan ngobrol. Selesai ceramah, ibu Qonita mau ngajakin saya berphoto bersama dia, tapi anak-anak TKI menyerbunya. Kemana si Mbok pergi diikutin, ditarik sana sini, saya kasihan melihatnya..walaupun capek tapi tersenyum saja. Si Mbok habis ceramah buru-buru pulang karena anaknya yang bungsu atau yang tengah ya? pokoknya anaknya yang umur 11 tahun katanya demam tinggi. Dia ditinggal di U9 kolej Perdana UTM sama bu Ratna, mudah-mudahan tidak ada penyakit yang serius ya!

Mbok Neno selalu tersenyum

Secara keseluruhan saya tidak mengikuti ceramahnya, soalnya ketemu konco, Iffah dan Mbak Anita jadinya berhahahihi…, tapi ada dengar juga sih. Masalahnya dia banyak tanya jawab dengan para TKI, lalu siapa yang bisa menjawab pertanyaannya dikasih hadiah. Rupanya dia bawa tas besar isinya hadiah macam-macam. Ada yang dikasih duit segala, ketika si Mbok bertanya kepada para TKW, siapa yang paling lama pakai kerudung? Ada anak TKW yang angkat tangan, katanya dia pakai kerudung lebih dari 12 tahun yang lalu. Jadi si Mbok mau ngasih hadiah kerudung, bertanya berapa harga kerudung di Malaysia yang bagus, jawabnya 50 ringgit, ya beruntunglah anak itu dikasih 50 ringgit.

Ada satu pertanyaan yang terngiang-ngiang di telinga saya, “Menurut kamu orang yang cerdas itu yang seperti apa?” Banyak jawabannya dan semua betul lalu dikasih hadiah. Jawabannya apa? Orang yang cerdas itu yang bagaimana? Yang banyak prestasi? yang bergelar tinggi? yang pandai mengatur uang atau pandai berbisnis? Rupanya tidak…orang yang cerdas itu bukan yang seperti itu! Orang yang cerdas itu adalah orang yang memikirkan dunia untuk akherat, artinya orang yang hidup hanya untuk mencari ridho Allah, dengan demikian orang itu akan mengisi hidupnya dengan hal-hal yang bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain sebagai bekal di akherat nanti. Wow…..sudahkah saya seperti itu??

Yang terakhir dari sesi tanya jawab, adalah si mbok bilang, jangan merasa menyesal mengorbankan sesutu untuk keluarga terutama orang tua, terutama lagi Ibu. Bagaimana pun segala tindak tanduk kita kalau diridhoi Ibu, orang tua dan keluarga akan membawa berkah dan kebahagiaan. Insya Allah. Kemudian dalam rangka pemilu 2009, kita sebagai WNI yang baik jangan golput, buka mata pasang telinga, kalau mau pilih pemimpin yang baik luar dalam. Artinya pemimpin yang berakhlak mulia dan bisa dijadikan panutan bahkan dicintai dan disayangi rakyatnya. Pemimpin yang selalu memikirkan kemajuan bangsa bukan kemajuan dirinya dan…bla…bla..

Peserta yang hadir seperti terhinoptis deh, gak ada yang ribut semua mendengarkan. Saya saja yang jalan kesana kemari selain mengejar Fahima yang berkeliaran juga sibuk jepret sana sini. Terakhir si Mbok berbye-bye ria dengan para peserta. Inilah hasil liputan….kegiatan halal bihalal IKMI 2008, eng..ing..eng… Eh itu si Firda manggung dadakan, membacakan hafazan juz Amma. Yang lebih hebat nih dari acara halal bihalal ini adalah bu Sugeng! Dia yang menyiapkan dan membuat seluruh makanan untuk acara ini..ck..ck..hebat… Mana lagi hamil lagi…..Hidup Obama!!! (teu nyambung).

Mbok lagi ceramah di depan Masih ceramah para peserta para peserta para peserta makanan untuk para undangan Makanan untuk para peserta Ada yang sibuk berjualan juga Mukena, tudung, baju siapa mau beli? Jual obat juga ada lho.. Salah satu sponsor..,kirim barang ke Indonesia! Firda manggung dadakan..... undangan IKMI

Thanks for helping

November 5th, 2008

Sebenarnya acara ini,  mau dari dulu diadakan pas suami balik mudik. Tapi itu dia memilih hari yang pas kok gak ketemu-ketemu. Akhirnya kalau mendadak baru jadi. Ini pun kepepet banget, suami mau pergi ke Jepang minggu ini dan pak Eri sekeluarga mau pulang ke Indonesia tanggal 16 ini.

Sebagai tanda terimakasih kami kepada teman-teman yang membantu saya pindahan kemarin, walaupun tidak seberapa, kami undang mereka makan di rumah pada Jum’at malam tanggal 31 Oktober. Saya memang tidak sempat masak, karena rencana mau bayar listrik pagi-pagi jadinya pesan sate dan pecel di Larkin. Alhamdulillah walaupun mendadak mereka semua bisa datang, kecuali bu Heru yang saya telephonin gak diangkat-angkat.

Sekali lagi terimakasih pak Eri sekeluarga, Hamdan sekeluarga, Nur Irfan dan anak-anak (pak Irfan tidak datang karena lagi sibuk), Pak Dadan sekeluarga. Mudah-mudahan Allah membalas semua kebaikan kalian semua, Aamiin.

Ehm..sate sepuasnya, pak Dadan, hamdan, Budi, ibu Budi, Bu Eri, Nur Kok gak mau lihat kamera? Sambil makan..ya ngobrol juga, hati-hati keselek! Yok...tambah ya!

menu jumat malam, sate n pecel larkin

Siomay yang ngangenin..

November 4th, 2008

Selasa minggu lalu adalah giliran masak di rumah . Karena sibuk nyiapin barang dan bahan, saya lupa ambil  photo step by stepnya, jadi mau langsung di post tulisan ini, mood nya hilang deh. Soalnya photo bisa mewakili cerita, gak tahu kok saya senang kalau cerita itu ada photonya.

Siomay yang dibuat sengaja dari 2 bahan. Yaitu ikan tenggiri dan ayam. Enakan mana ikan sama ayam? Karena bumbunya sama perasaan rasanya sama pula ya? Saya tanya mbak Anita mau pakai resep siapa? Saya banyak resep dan enak-enak lagi jadinya bingung memilih. Mbak Anita bilang terserah, pokoknya yang enak saja. Akhirnya diputuskan memasak siomay ala bundanya Vinda. Tetapi siomay bunda agak sedikit keras, khan enak kalau agak kenyal-kenyal gitu. Maka kata Bu Eri biar kenyal dibuat biang dulu, terigu yang diseduh air panas setelah dingin ditambahkan kepada adonan ikan.

Oh ya kali ini yang hadir seperti biasa, saya, mbak Anita, bu Handoyo, Alvi minus Iffah. Iffah lagi sibuk melayani sang suami tercinta yang baru pulang mudik. Gak apa-apa ya…ibadah. Terus satu lagi nih, sengaja diundang sang suhu yang biasa membuat siomay yaitu bu Eri, beliau kalau membuat bumbu siomay mantap deh…… Si Firda sampai menjilat sisa bumbu di piring, kalau yang ada di jari mah udah bersih duluan.

Mbak Anita dan bu Handoyo yang baru pertama kali ke rumah saya, apa coba reaksi mereka? “Wah rumahnya bagus dan besar lagi!” Eiit saya langsung pegang hidung, takut terbang. Ini bukan rumah saya masalahnya rumah orang! “Ya mudah-mudahan bisa terbeli rumah baru bu!” tambah bu handoyo. Aamiin deh

Acara memasak langsung saja dimulai. Mbak Anita langsung menguliti ikan untuk diambil dagingnya, bu Handoyo membersihkan udang, bu Eri dan Alvi menyiapkan bumbu dan kupas-kupas bawang. Saya menyiapkan alat-alat, seperti kukusan dan blender. Kurang lebih 2 jam bahan-bahan siap tunggu masak. Siomay dari ikan tenggiri agaknya kebanyakan tepung deh, rasa ikannya kurang terasa tapi gak apa-apa enak juga, yang dari ayam kami pakai labu siam supaya agak kenyal dan tepungnya sedikit saja, jadi agak lumayan uenak…

Wuah…setelah jadi ternyata uenak juga, Tapi kata mbak Anita kalau ditambah air parutan jahe untuk adonan ikan akan lebih enak. (Nanti saya coba lagi deh). Selain itu mbak Anita dan bu Handoyo membawa tahu goreng, lebih memvariasikan siomay, Alvi membawa kacang goreng tumbuk mempercepat kerja membuat bumbu. Alhasil siomay yang sudah masak ini buanyaaaak sekali. Kami mendapat bagian banyak banget, Duh Iffah…padahal kalau datang lebih dari cukup nih, bisa untuk makan 2 hari bagi yang diet..hehe.

Satu lagi yang menyenangkan memasak kali ini, ada Caroline, si cantik mungil anaknya bu Handoyo, ikut bantu-bantu kami, terimakasih ya sayang..Kebetulan sekolah Internasional lagi pada libur Deepavali.

Ini ada juga photo yang bisa terambil. Ibu-ibu tidak sempat diphoto sama-sama, selain pada berbuka ria gak pakai tudung saking panasnya juga terlupakan..Dan saking lagi terlupanya  nih, pas mbak Anita pulang, bahkan dia sudah sampai di mobilnya. Alvi yang masih ikut beres-beres bilang, “Lho bu ini tudung siapa?” Punya Firda kali? tapi kok besar….eh.itu punya mbak Anita. OOOOi..jangan pulang dulu ini tudung ketinggalan..Untung baru masuk mobil, coba kalau keterusan sampai rumah..wah…sejuuk…kena angin kali ya?

Adonan siomay lagi dibentuk bagi-bagi bumbu ini dia siomay yang bisa ke foto, sebagian udah di makan

Menikmati suasana

November 4th, 2008

Ah….alasan saja itu! Dibilang menikmati suasana padahal mah banyak alasannya. Satu bulan semenjak pindahan, saya masak di rumah baru ini, boleh dihitung jari. Selebihnya beli lauk di Restoran Zai atau jajan di luar. Kalau Sabtu Minggu mah memang jarang masak. Karena setelah sarapan seadanya, kami biasanya langsung cabut mengukur jalan, sambil menunggu jam les piano Far dan Fir jam 19.15. Makanya dapur kinclong terus…

Firda pernah bertanya, “Ibu kenapa gak masak? Takut dapurnya kotor ya?” Bingung juga saya menjawabnya. “Di Kedai tidak ada ikan segar Fir, jadi ibu tidak masak!” Cieu….padahal mah yang jelas-jelas terbukti malas saja itu mah. Eh…tapi bener lho di kedai depan ini ikan-ikannya tidak segar, masa masak ayam ke ayam terus..bosen dong nak! Di rumah lama, sebelum jam 8 pagi ada lori jualan sayur dan ikan. Wah itu memang segar-segar. Melihatnya pun saya berselera ingin memasaknya. Tepatnya di Ara 12, satu blok di belakang rumah lama. Di rumah baru ini, mana kedai buka jam 8 an, sayur dan ikan kurang segar, sayang deh….Kalau terpaksa sekali ya di beli juga. Tapi kalau mood lagi bagus, pagi-pagi setelah Farid dan Firda pergi sekolah, Fahima dijaga bapaknya sebelum pergi kerja, saya ngebelain naik sepeda belanja ke lori di rumah lama itu,. Kalau diniatin pasti enjoy saja ya..

uncle lori bersama mamah  waktu ke Johor tahun 2004 Aunti lori bersama mamah, tuh kan..sayurnya segar?

Lain lagi dengan Farid, bagaimana cara dia menikmati suasana? apakah alasannya sekarang setelah dia sudah punya kamar sendiri, tapi ketika saya tengok dia malam-malam kok tidak ada di kamar. Farid, where are you?

ini kamar Farid, dimana Farid tidur malam?

Setelah dicari-cari, o..o, rupanya dia tidur di bawah meja belajar! Saya langsung bangunkan dia, supaya pindah ke tempat tidur. Pas saya tanya kenapa tidur di bawah, alasannya kasurnya keras. Besoknya ketika dia sadar sesadar-sadarnya saya tanya kembali, kenapa tidur di bawah, jawabnya cari suasana baru. Cekkkk ckk. Yang betul yang mana, tapi dapat bocoran dari Firda katanya takut kasurnya kusut karena sudah dikemas. Mana yang betul? Ho…ho…begitulah cara farid menikmati suasana. Kalau Firda dan Fahima cuek saja ya!

Rupanya di sini dia tidur toh! Why Farid?

My 41th day : 24 Oktober

November 3rd, 2008

Banyak pendapat mengenai usia 40 tahunan ini, ada yang bilang bahwa pada usia ini, life is begin, pada usia ini adalah usia kematangan seseorang baik spiritual maupun materi, pada usia ini ada terdapat krisis cinta yang ramai disebut puber kedua, dan banyak…banyak lagi.

Seharusnya mungkin memang begitu, namun bagi saya di usia ini adalah perenungan yang panjang, sisa umur saya untuk hidup di dunia ini semakin berkurang, sementara saya belum banyak mengumpulkan nilai untuk memenuhi buku amalan saya. Hati masih penuh emosi dan ambisi. Hu..hu. Coba saja kalau jatah saya hidup di dunia ini cuma sampai 60 atau 70 tahun atau bisa jadi 45 tahun. Maka sisa waktu yang ada dapatkah saya isi semaksimal mungkin untuk beribadah kepadaNya. Walaupun dari segala perilaku hidup saya selalu saya niatkan untuk beribadah kepadaNya, Maukah Allah menerimannya? Ini kutipan dari tulisan Mas M.Djaenudin, Yang membahas tentang usia 40 tahun. Allah telah memberikan gambaran kepada usia 40 tahun :

Dalam Surat Al Ahqaf [46] ayat 15 Allah berfirman:

”Kami perintahkan manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: Ya tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah kau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beramal shalih yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Dalam surat tersebut setidaknya terdapat empat indikator kemuliaan manusia yang seharusnya menjadi identitas orang yang mencapai umur 40 tahun yaitu bersyukur, beramal shalih, bertaubat, dan berserah diri.

Bersyukur kepada Allah atas karunia umur yang mengantarkannya mencapai angka 40. Bersyukur atas kenikmatan hidup yang telah dianugerahkan Allah baik berupa kenikmatan material maupun nikmat anak keturunan (dzuriyat). Bersyukur sesuai hakikat bahwa semuanya karena kehendak yang mengikuti nilai-nilai kebaikan yang dikehendaki Allah dan dicontohkan dalam kehidupan Rasul dan para sahabat.

Beramal shalih, memperbanyak amal-amalan yang mendekatkan diri  kepada Allah, dan selalu berharap bahwa segala sesuatu terjadi atas ridhaNya.

Bertobat disertai kesadaran bahwa manusia mempunyai kalbu yang berbolak-balik antara tarikan kebaikan dan keburukan. Bertobat disertai perenungan dan perhitungan apakah di usia 40 tahun lebih berat kebaikannya atau keburukannya. Nabi SAW bersabda dalam sebuah hadisnya,

”Sesiapa yang mencapai umur 40 tahun dan dosanya lebih berat dari amal baiknya maka bersiaplah memasuki neraka.”

Berserah diri, merupakan permulaan yang pas untuk menapaki usia 40 tahun. Dengan demikian umur 40 tahun dipandang sebagai pencerahan kejiwaan, gerbang cahaya menuju kehidupan yang lebih mulia.

Happy birthday to Ai yang ke 41, semoga bahagia dan sukses selalu !! Happy birthday Bu Hadi semoga tambah disayang pak Hadi dan anak-anak!!!

Itu kata teman-teman, Aamiin terimakasih ya….untuk semua, doakan saya agar selalu ingat bahwa usia 41 tahun harus banyak introspeksi diri.

me n my nokia N95

The Love is Live

October 23rd, 2008

Percaya atau tidak, cinta itu hidup, ada nyawa. Dia bisa ada dan hilang, dia bisa datang dan pergi. Kalau dia hinggap di hati seseorang, tidak ada yang bisa menolaknya. Dan bila dia pergi pun tidak ada yang bisa mencegahnya. Cinta ibarat tanaman, bila dia disiram kemudian diberi pupuk akan tetap bersemi dan tumbuh berkembang, bahkan akan tetap awet sampai kapanpun. Tetapi kalau dibiarkan begitu saja, walaupun disimpan didalam jambangan yang bagus atau mahal sekalipun akan mati.

Cinta memang buta dia akan datang kepada seseorang tidak memandang umur, cantik atau jelek, kaya atau miskin, pintar atau bodoh. Semua dimata cinta nampak bagus saja, yang jelek tampak bagus dan yang bagus tambah lebih bagus. Tetapi kalau cinta sudah tidak ada semua akan terbalik. Yang bagus akan kelihatan jelek dan yang jelek akan lebih jelek lagi.

Makanya jangan salahkan mereka , apabila ada pasangan yang sudah berpuluh-puluh tahun bersama bisa bercerai, alasan tidak cocok lagi, Tetapi yang jelas cinta sudah pergi…

Kenapa cinta yang dulu menggebu bisa hilang dalam sekelip mata? Jawabnya yang pasti karena mereka tidak tahu bahwa cinta itu hidup…..Kalau kita perlakukan seperti dia hidup mungkin cinta akan bertahan…Jaga hati, jaga perasaan cinta supaya dia tidak pergi.

Pepatah bilang, janganlah mencintai sesuatu di dunia ini 100%, nanti kamu akan hilang 200%. Intinya mencintai yang ada di dunia ini dengan sepenuh hati tidak akan membawa kebahagiaan yang akan dibawa mati. Maka jadikanlah diri kamu sebagai wali dan kekasih Allah agar kamu mendapat kebahagian. Orang yang paling berbahagia adalah orang yang menjadikan tujuan utamanya dan target puncaknya adalah mencintai Allah. Maka Allah pun akan mencintai kamu. Dengan cinta Allah ini, akan bertebaranlah cinta-cinta yang indah untuk semua manusia. Sekali lagi, berbahagialah kamu yang mendapatkan cinta dari orang-orang yang mencintai Allah. Karena mereka tahu bahwa cinta itu datang dan dihidupkan oleh Allah. Mereka pasti akan menjaga cinta dengan baik. Lalu cinta saya????????